Arsip Kategori: Kota/Belanja/bermain

Hutan Kota Bekasi

Saya sudah tinggal di Bekasi, sejak 1998. Tetapi, kampungan banget. Baru tahu kalau Kota Bekasi ternyata punya hutan Kota. Padahal letak hutan kota tersebut cukup strategis. Berhadapan dengan Kantor Walikota, bersebelahan dengan Stadion Bekasi!

Hanya karena berkeinginan untuk jogging di pinggir Stadion Bekasi yang sudah soft lauching. Saya niatkan untuk berkunjung ke sana, ketika hari libur tiba. Eh,..ternyata awal April 2014, Gor Bekasi belum nyaman untuk arena jogging. Walaupun area pinggir GOR sudah di hotmix, tetapi ternyata belum selesai seluruhnya dan masih banyak puing-puing sisa pembangunan yang belum dibereskan. Tetapi tak apalah, lengkungan atap GOR sudah menjadi suguhan yang menarik dan cukup fotogenik.

Image

Nah, Hutan Kota Bekasi, terletak tepat bersebelahan dengan GOR. Wow…ternyata cukup nyaman untuk berjogging berkeliling area Hutan Kota, yang sudah agak rindang. tersedia track cukup besar untuk berjogging, berjalan atau bersepeda. bahkan disediakan track khusus untuk sepatu roda. Lumayanlah….bisa melihat rindangnya pohon di tengah kota bekasi, yang mulai ramai dengan Mall, apartemen dan perumahan.

Image

Ada, kolam tepat di tengah area hutan kota ini. Terdapat tugu “bambu runcing” berwarna putih yang dibingkai dengan dua tembok yang dianalogikan sebagai potong kertas….satu bercerita kisah peperangan jaman dulu dan yang lainnya bertuliskan potongan puisi chairil anwar…kerawang-bekasi!

 

Iklan

Danau Cibeureum Grand Wisata Tambun

“kayak luas banget yah…danaunya”

Anda yang suka bersepeda dan tinggal di daerah Bekasi dan sekitar, mungkin kenal dengan danau cibeureum. Luas danau ini sebenarnya kecil saja, tapi kalau dibilang kolam atau empang akan terlalu besar. Danau kecil ini terletak persis di belakang perumahan Grand Wisata. sehingga relatif mudah diakses oleh siapa saja yang ingin ke sana. Di sekitar danau, masih terhampar tanah merah lapang yang ditumbuhi alang-alang,…sehingga, lengkaplah kawasan ini menjadi tempat singgah untuk refresh, memotret, bersepeda, memancing atau hanya sekedar menikmati udara perkampungan.

” di bawah rerimbunan pohon itu lah para pesepeda nyantei”

Sepanjang pinggir danau ini, kalau hari libur, biasanya penuh dengan para pehobi sepeda. Warung-warung di sekitar danau dijadikan shelter oleh para pesepeda untuk sekedar melepas lelah sambil menikmati minuman dan kudapan. Si empunya warung juga cukup akomodatif, karena mereka menyediakan “sandaran” khusus untuk parkir sepeda MTB.

“lonely island”

Danau ini tidak dalam. Ketika kemarau panjang, danau ini pernah kering kerontang dan ditumbuhi rumput dasar danaunya. Tidak jauh dari pinggir danau, ada beberapa daratan kecil yang ditumbuhi rumput. Dan saya tertarik pada satu daratan kecil yang diatasnya tumbuh pohon yang agak besar…Nah, ini yang jadi tantangan saya untuk memotretnya. dataran itu tampak biasa, tapi, itulah tantangannya. Bagaimana membuat yang biasa itu menjadi luar biasa! Saya sudah banyak sekali mengeksplor dan memotret “pulau kecil itu”…hasilnya bikin penasaran terus!!

Yuuk belajar fotografi yang efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di fotoindah.com

“lonely island part-2”

Untuk motret di danau ini, simpel saja. Kalimat kunci nya adalah “pagi hari dan udara sedang cerah”. Kalau anda beruntung dapat kondisi itu,…memotretnya jadi lebih mudah! tinggal siapkan kamera dan cari sudut pandang yang cantik menurut anda. Masalah pencahayaan tidak usah pusing, gunakan mode landscape ajah!

Ok, mari bersepeda, menikmati alam pedesaan, menikmati danau dan memotretnya….hmm

Pelabuhan Sunda Kelapa

Ojeg perahu adalah salah satu angkutan umum di Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa, sudah tidak asing lagi! terutama bagi pencinta fotografi. Lokasi ini, sejak jaman dulu, sering dijadikan lokasi hunting favorit! Subjek-subjek foto di sunda kelapa, memang unik, untuk orang Jakarta! Karena, di sanalah  ditemukan puluhan kapal-kapal kayu yang berukuran jumbo! Bukan hanya itu saja, kegiatan para pekerja pengangkut barang juga menjadi atraksi dan subjek foto yang tak kalah menarik.

Aktivitas pekerja di Pelabuhan Sunda Kelapa,…salah satu subjek foto yang fotogenik!

Setelah lebih dari 10 tahun saya tidak ke Sunda Kelapa…November 2010, saya berkesempatan hunting foto lagi ke sana, ternyata, tidak banyak yang berubah!…Sunda kelapa, tetap berisi, kapal-kapal kayu, pekerja dan laut yang dipenuhi sampah!!!

Berapa umur tambatan tali ini?

Sunda kelapa memang lokasi hunting yang murah meriah, anda hanya perlu membayar pass masuk mobil seharga Rp.3.000 saja! dan selanjutnya, silahkan memotret sesuka hati anda! Saya sarankan, apabila anda mau ke sunda kelapa, pergilah pagi hari, karena matahari pagi akan menyinari bagian depan kapal dengan sudut yang bagus dan memberi dimensi pada hasil foto. Bawa masker, lumayan berguna! Karena debu jalan dan semen yang sedang dibongkar cukup mengganggu deh!

Idealnya, kalau ke sunda kelapa untuk hunting foto, anda membawa lensa super wide (11-16mm) dan lensa tele (200-300 mm). Lensa super wide dapat anda optimumkan dengan memotret full frame kapal-kapal kayu  yang sedang bersandar. Lensa tela, sangat berguna untuk mengampil spot-spot dari bagian-bagian kapal atau para pekerja yang sedang bongkar muat barang . Nah, kali ini saya sengaja tidak mau menggunakan lensa sudut lebar,…Saya akan  menggunakan lensa vario kesayangan nikkor 80-200mm f/2,8…memang saya tidak dapat memotret kapal kayu dengan efek distorsi dan unik. Tetapi, dengan keterbatasan sudut pandang lensa yang sempit, saya dipaksa untuk fokus, mencari subjek foto yang nyeni yang ada di sela-sela kapal, pelabuhan, pekerja dan apapun yang ada di sana. Hasilnya? ternyata cukup banyak, spot-spot yang menarik!

ternyata di sela-sela kapal kayu besar, ada celah-celah yang bisa dijadikan subjek foto

Belajar fotografi murah dan efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di fotoindah.com

dapet spot untuk motret kapal kayu secara utuh…

Masjid Raya Medan

Kebetulan ada kerjaan di Medan, dan pas dapet hotel yang lokasinya berhadapan dengan Masjid Raya Medan…dan kebetulan lagi saya membawa kamera….Alhamdulillah, semuanya sepertinya sudah di atur, ada hari libur di tengah-tengah pekerjaan saya,,,komplit sudah!

Masjid Raya Medan, mempunyai arsitek yang klasik, karena memang masjid ini adalah masjid peninggalan kesultanan Deli. Ia menjadi salah satu aset budaya kota medan. Masjid masih aktif digunakan untuk sholat berjamaah. dan saat ini ia dijadikan salah satu tempat kunjungan wisata, mudah-mudahan para pengunjung sempat sholat di masjid ini atau minimal sholat sunnah lah.

Saya putuskan untuk memotret pagi hari, sayangnya cuaca mendung,,,agak kecewa sedikit, tetapi ta’ apa, memotret harus jalan terus. Saya langsung observasi, mengelilingi seluruh bangunan masjid untuk mencari spot-spot yang menarik (menurut saya). Kesimpulan saya,,,,masjid ini dibangun simetris sekali. Tampak depan, dengan kubah utama membagi dua bagian yang sama persis detil bangunannya…OK, berarti saya ingin menonjolkan itu (begitu self talking yang terjadi)…Maka mulailah memotret.

_DSC6652 _DSC6651

perhatikan betapa simetrisnya bangunan masjid ini. Kubah Pintu masuk berada tepat di tengah dan membagi 2 bagian bangunan secara simetris. saya memotret nya pagi hari dari pintu gerbang utama Masjid.

DSC_6712

Tampak tengah masjid. Kesimetrisan juga terlihat jelas. Kubah utama merupakan center dan 2 kubah lainnya. Foto saya ambil sore hari, ada cahaya matahari dan langit tampak biru bersih.

DSC_6728

ini full buildingnya. sayang saya tidak dapat memotretnya secara simetris,,,lensanya kurang lebar (saya bawa yang 24-50mm). Jadi saya memotretnya agak ke kanan…Tapi tetap terlihat keseimbangannya…dan memang indah Masjid Ini,,,Insya Allah, menjadi bagian syiar Islam yang indah pula bagi masyarakat kota Medan.

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Trusmi (wisata belanja batik cirebonan)

Bagi anda yang suka wisata belanja, tidak ada salahnya, apabila melewati kota Cirebon, mampir dulu ke kawasan Trusmi. Tidak seperti wisata belanja lainnya, kita tidak belanja di toko-toko atau mall atau pasar. Di Trusmi kita belanja batik, di rumah-rumah penduduk. Unikkan!

Menuju Trusmi dari Jakarta sangat mudah, setelah masuk Tol Kanci, Langsung keluar di Pintu Tol Plumbon. Ikuti saja arah jalan menuju kota Cirebon. Penunjuk arah menuju Trusmi terlihat jelas, tinggal ikuti saja.

Kawasan Trusmi sebenarnya hanya sebuah kawasan kecil dengan jalan yang aspal yang kecil pula. Begitu masuk ke kawasan Trusmi, kita akan digoda dengan plang-plang di pinggir jalan yang mengundang kita untuk masuk ke rumah-rumah show room batik milik penduduk setempat. Hampir kebanyakan rumah yang dijadikan show room sudah dipoles sedemikian rupa sehingga tampak menarik, bahkan ada yang bergaya modern dan gagah.

Saya malah tartarik pada satu toko batik Cirebon an yang bernama Toko Masina. Kenapa? Karena toko ini berbeda dengan yang lain. Show room dan tampak depan toko ini sederhana, tidak ada pemugaran, Masih tampak seperti rumah-rumah penduduk pada umumnya. Tapi ini yang menarik, bagi saya. Dan ternyata, saya tidak salah. Di dalamnya, ada dua ruangan yang berisikan beberapa pengrajin yang sedang membatik!

trusmi4trusmi3
Lihat tampak depan dan pintu gerbang Toko Masina…Klasik.

Wah, menarik juga memperhatikan mereka bekerja. Ternyat rumit banget bikin batik tulis itu…Logis lah kalau harganya lebih mahal dibanding batik cetak. Di dalam show room, pembeli bisa memilih batik yang ingin dibeli (kebanyakan masih dalam bentuk kain lembaran). Memilih batik sambil duduk di lantai, plus mendengar penjelasan dari para penjaga showroom,,,wah serasa belanja di rumah tetangga…(ini sama persis dengan belanja batik Bantul, di Jogjakarta).

trusmi2

Pengrajin batik di Toko Masina, Trusmi

trusmi-batik

Pengunjung bisa nonton dan berdiskusi dengan para pengrajin batik cirebonan

Jadi tak ada salahnya, untuk singgah dulu ke Trusmi, jika anda melintas kota Cirebon.

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Mulusnya Jalan di Jogja

Liburan akhir tahun 2008 kemarin, kami habiskan dijogja,,,seperti tahun-2 sebelumnya yang selalu kami kagumi dari Jogja adalah kondisi jalannya yang mulussssssssssssssss banget. Selama di jogja kami tinggal di sleman, di daerah tempel (perbatasan antara jogja dengan jateng)…di kampung ajah,,,jalanannya kagak ada lobang,,,gile beneeeer. Ke bayang di Bekasi (tempat tinggal ku) yang full lobang,,,dan jalanan jelek,,,,sampe sempet menghayal,,,kapan bekasi bisa kaya jogja!!! (mode: bengong on…).

Bayangkan dengan mulusnya jalanan kan pasti berkorelasi dengan banyak hal : produktifitas warga meningkat, penghematan (waktu tempuh lebih singkat dan biaya sparepart kendaraan lebih kecil), emosi lebih dingin (engga pake ngedumel),,,dan pastinya banyak lagi cost saving dan nilai tambah dari kondisi jalan yang muluzz….

Bagaimana yah caranya? Jogja bisa seperti itu!…ketika saya jalan dari tempel ke pantai krakal (wonosari) yang melewati jalan-jalan kampung yang lebarnya hanya pas untuk 2 mobil saja,,,,tetapi, kondisi kemulusan jalannya persis lewat jalan Thamrin di Jakarta (terlalu berlebihan kah?)…sampe saya bilang, “kampung di jogja enggak seperti kampung, wong kemulusan jalannya persis jalan protokol di JKT”…

jalanan-kampung1

lihat kondisi jalan tempel-turi ini….muluzz tenan

jl-kampung

ini jalan menuju desa wisata,,,ingat, ini di kampung banget lho…muluzzz juga kan!

jl-kampung1

liaht kondisi jalan di plosok banget (wonosari),,,mulus bangetkan….

Insya Allah, Bekasi dapat merubah image dari penuh jalan jelek menjadi penuh jalan muluzzz..Amin

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Cianjur via Jonggol

Perjalanan ke suatu tempat seharusnya bisa kita nikmati karena itu merupakan bagian dari paket hiburan perjalanan kita. Saat ini, perjalanan ke luar kota sudah banyak dipermudah dengan akses jalan tol yang mulus, lurus dan tanpa putus. Emang enak sih, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih cepat…tapi sayangnnya interaksi kita dengan lingkungan selama perjalanan nyaris tidak ada…seandainya ada, paling-paling kita berhenti untuk ke toilet atau isi bahan bakar di rest area,,yang suasananya kurang lebih sama dengan ruko-2 di kota….jadi engga asyik ah…

Nah, kalau anda mau berlibur dari jakarta atau banten menuju ke bandung dan tidak terburu-buru, apa salahnya kalau sekali-sekali lewati rute alternatif ,,,cobalah lewat jonggol…Walaupun agak jauh,,,tapi pemandangan selama perjalanan cukup menghibur dan kita bisa berinteraksi dengan alam sekitar,,,karena lewat jalan propinsi, kita bisa berhenti di mana saja selagi areanya aman dan nyaman.

Kalau dari jakarta, arah ke jonggol dapat dicapai melalui cibubur terus ke arah Mekarsari,,,setelah itu tinggal ikuti saja jalan propinsi,,,,,Lepas dari Mekarsari, pemandangan masih biasa-biasa saja, tetapi begitu mulai masuk kawasan jonggol,,,pemandangan mulai menyegarkan mata…kiri-kanan jalan akan ada persawahan nan asri. Kalau sedang beruntung (ketika padi menjelang panen), kita akan melihat persawahan bak karpet yang menguning…”field of gold” kata sting.

Lepas dari kota Cariu, jalanan mulai menanjak ringan dengan tikungan ringan serta bergelombang ringan juga. Kiri kanan jalan sudah berupa pohon-pohon yang cukup besar dan rimbun…ada sungai yang cukup besar (tapi saya tidak tahu nama sungai itu). Sekali waktu kami pernah berhenti dan turun ke sungai tersebut,,,ternyata sungai ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat sekitar…mereka mengumpulkan pasir untuk dijual…

kali-di-jonggol

kali yang melintas dalam perjalanan ke bandung via jonggol…

Pemandangan selama melewati perbukitan sungguh memukau, benar fresh buat mata deh. Di sebelah kiri jalan kita bisa melihat hamparan air waduk cirata yang berkilau-kilau. Di sebelah kanan akan terlihat deretan bukit-bukit kecil yang indah. Nah, boleh tuh sesekali berhenti di pinggir jalan yang lahan parkirnya agak luas…biar puas lihat pemandangannya, sekaligus merasakan segarnya udara perbukitan dan jangan lupa foto-foto…

bertiga-di-jalan-jonggol

berhenti sebentar dan foto-foto dulu………

Selepas dari perbukitan yang ditandai dengan kondisi jalan yang muluuuus banget, anda akan segera memasuki kota cianjur yang hanya berjarak 15km dari pertigaan (apa yah namanya?)…mampir lah sebentar di kota Cianjur…ternyata pusat kotanya khas banget. Jalan raya dengan parkiran di pinggir. Di pinggir jalan, berjejer toko-toko dengan dekorasi klasik yang menjual berbagai macam barang…seruuu. Ditambah lagi dengan, banyaknya pedagang-pedagang yang jualan di trotoar. Kalau lagi beruntung, kita akan menemui banyak pedagang Roti buatan rumahan yang jualan di trotoar di pusat kota Cianjut…Rasanya…hmmm..cobalah sendiri deh.

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com