Kedung Pedut….kolam renang bertingkat

Geliat wisata alam dalam beberapa tahun terakhir, ternyata berdampak positif bagi semua pihak. Bagi wisatawan, akan tersedia banyak sekali pilihan wisata alam yang benar benar anti mainstream. Tempat wisata-wisata alam yang sudah terkenal sejak jaman dahulu, sekarang sudah mulai tidak terlalu dijadikan pilihan. Wisata alam non mainstream walaupun aksesnya penuh perjuangan, sepertinya malah membuat penasaran untuk dikunjungi.

kedung pedut

Kedung Pedut salah satunya. Wisata alam non mainstream ini terletak di Jati Mulyo, Kecamatan Giri Mulyo Kab. Kulon Progo Jogjakarta, menawarkan sensasi wisata air yang berbeda! Kedung pedut sendiri berarti cekungan di dasar sungai yang biasanya agak dalam. Nah, cekungan itu yang dijadikan tempat untuk bermain air. Uniknya cekungan ini bukan hanya ada satu di Kedung Pedut. Mungkin ada 5 atau lebih dan dengan ketinggian yang berbeda. Jadi dari satu cekungan ke cekungan lain, selalu di batasi dengan air terjun karena beda tinggi.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

kedung pedut_1

Akses jalan menuju kedung pedut, sudah beraspal cukup baik, hanya saja masih agak kecil dengan sedikit kelok kelok dan tanjakan. Semua yang ada di sana masih alami dan dengan harga yang sangat terjangkau!

kedung pedut_2

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Bagi anda pencinta fotografi,..sepertinya anda akan dimanjakan untuk memotret di Kedung pedut. Banyak sekali objek untuk aplikasikan memotret dengan tema “gerakan”. Mau slow motion atau freezing sangat memungkinkan dipraktekkan.

kedung pedut_3

Sayang, saya ketika tiba di Kedung Pedut sudah kesorean,…jadi tidak sempat untuk eksplor detail untuk dapat sudut-sudut pandang yang eksotis.  In syaa Allah, akan berkunjung lagi ke sana…khusus untuk memotret! mau ikuut?

Pantai Gesing..enak masih sepi

Liburan ke Jogjakarta akhir tahun 2015 terasa penuh perjuangan. Bagaimana tidak, terjadi kemacetan yang luar biasa pada tanggal 24 Desember 2015, pada saat keberangkatan kami dari Jakarta.  Rencana jadi molor satu hari. Karena  travel time kami dengan mobil ternyata menyedot kuota 1 hari.

pantai gesing 5

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Trauma kemacetan terus berlangsung selama sampai di jogja. Rencana destinasi mantey (bermain di pantai) di pantai sadranan (wonosari-Gunung Kidul), langsung di coret. Kami cari destinasi mantey yang baru dengan kriteria..tidak macet, tidak terlalu jauh dari Jl.Kaliurang (tempat kami menyewa guesthouse) dan tidak ramai. Beruntung anak saya kuliah di Jogja. Langsung terurai alternatif pantai yang akan dikunjungi. Pantai GESING lah yang kami pilih, karena memenuhi semua kriteria di atas.

ge

Berangkat sudah agak kesiangan, sekitar jam 7 pagi lewat banyak. Langsung rombongan 4 mobil menuju destinasi mantey. Untung pemandunya adalah akamsi (anak kampung sini). Perjalanan menuju pantai Gesing, tidak melewati jalur mainstream. Kami melewati daerah imogiri langsung menuju kecamatan Panggang tempat pantai Gesing berada. Jalanannya mulus, sepi dan asri. Bener-bener seperti imajinasi perjalanan keluar kota. Sekitar 2 jam kurang kami sudah masuk area pantai Gesing,,yang ternyata adalah tempat berlabuhnya perahu-perahu nelayan Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

pantai gesing

Ombak tidak terlalu besar plus pasir putih dan yang penting sepi…jadilah kami mantey di pantai Gesing dengan berpayung ria. Satu lagi hal positif di Pantai Gesing…makan sea food masih murah banget. Saya beli lobster yang sudah tewas dari pemancingnya langsung (1 Lobster besar dan 4 lobster tidak besar) disuruh bayar “sak sak e wae Pak” (harganya terserah saya…!). Karena saya gak tahu,..akhirnya Mas pemancing itu, minta dibayar Rp.30.000 saja untuk lobster-lobster matinya….weeek! Dengan ongkos masak 5 ribu perak…lumayan lah,..kami sudah menikmati lobster goreng yang lezaat. Ikan panggang dan cumi juga murah…wah uenaaak tenaan.

pantai gesing 1

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Ehhh, bicara fotografinya. Karena memotret dalam kondisi siang hari dengan kontras yang tinggi, mau tidak mau saya memakai flash untuk menghilangkan bayangan hitam di wajah. Saya hanya memotret dengan DSLR dan 1 lensa wide 11-16mm plus satu flash yang nempel di bodi DSLR. Hasilnya lumayan lah…

Memotret Bunga

Hampir semua orang senang memotret bunga. Dengan berbagai daya tariknya, bunga memang layak dijadikan objek foto.  Beberapa alasan untuk menjadikan bunga sebagai objek foto misalnya: warnanya, bentuknya, keunikannya dan wanginya (eh..kalau ini enggak ya).

DSC_4548

Beberapa kesalahan umum dalam memotret bunga biasannya terkait dengan “gagal fokus”, “gagal pencahayaan” dan  “gagal atur ruang tajam”.

Gagal fokus biasanya terjadi ketika memotret bunga secara terburu-buru, atau tidak teliti. Akibatnya bunga yang indah itu tampil ngeblur….cabe deh. Gagal pencahayaan lebih banyak disebabkan karena terjadi perbedaan intensitas cahaya antara bunga yang akan difoto dengan latar belakangnya. Akibatnya, foto bunga tampil terlalu terang atau sebaliknya terlalu gelap. Gagal atur ruang tajam, ini lebih teknis lagi.  Biasanya terjadi karena salah memilih aperture sehingga ketajaman menjadi luas,,,dan akibatnya bunga kita tidak tampil dominan…..

test1Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Tapi, kan bisa kita betulin di olah digital…hehehe, silahkan. Hanya saja, olah digital akan lebih bagus lagi, apabila hasil fotonya memang sudah bagus. Bagus x Bagus akan menjadi Bagus kuadrat ..ya tho?

DSC_6093Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Nyeni dengan lensa 50mm f1.8

Punya lensa fixed 50mm memang sesuatu banget. Memanfaatkan bukaannya yang besar dan kejernihan optiknya,…membuat memotret menjadi lebih menyenangkan. Setelah sekian lama, tersibukan dengan berbagai kegiatan. Pagi itu, saya semangat sekali untuk melakukan sesi pemotretan.

Tidak perlu model seksi. Model saya ada di kebun depan rumah. Berbagai daun dan bunga akan saya eksplor menggunakan lensa 50mm dan memanfaatkan kontras cahaya matahari pagi. Tema yang ada dibenak kepala saya adalah “abstrak” dengan menonjolkan subjek utama melalui pencahayaan. Subjek harus lebih terang atau mencolok dari pada latar belakangnya.

Ini lah beberapa hasilnya…

 

foto indah

 

DSC_8149Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

DSC_8209

DSC_8233

Not bad kan…

Setiap foto yang berlatar belakang gelap, itu berarti saya memanfaatkan beda exposure yang ekstrim antara subjek foto yang terkena matahari dengan latar belakang yang tidak terkena matahari.

Kalau latar belakang masih terlihat, itu berarti hanya beda beberapa stop antara keduanya. Sehingga untuk mensiasatinya, saya memanfaatkan teknologi pem”bokeh” an…menggunakan aperture yang besaaaar yang merupakan kekuatan lensa fixed 50mm ini.

Begitu…simpel kan.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Tahura Dago Pakar-Bandung

Liburan akhir tahun 2014 saya habiskan di Bandung. Untuk mensiasati keramaian dan macetnya Bandung, sengaja saya memilih waktu antara tanggal 26 Des sampai dengan 30 Des. Walhasil, alhamdulillah. Tidak terlalu macet banget (berarti masih tetep macet..hehehe)

Salah satu destinasi yang saya incar adalah taman hutan raya (tahura) Dago Pakar. Dugaan saya, destinasi wisata alam yang apa adanya seperti ini tidak akan terlalu menarik bagi “orang-orang kota”. Dan, tahura ini kan tidak terlalu populer di sosmed, dibandingkan dengan “market-market” yang ada di lembang, daerah Setiabudi atau tempat bermain berbayar yang terkesan “natural tetapi berteknologi”.

Dan ternyata, benar sekali. Tahura pada saat saya kunjungi,…sepiiii sekali. Wah, senangnya hati ku. Tidak ada antrian mobil dan kerumunan orang. Saya dan keluarga, bisa tenang dan damai menikmati sajian alam di cuaca yang cerah.

Saya sudah berkostum dan memakai sapatu jogging agar nyaman untuk berjalan kaki . Peralatan foto yang simpel: 1 dslr, 1 lensa wide dan 1 flash dengan trigger masuk dalam back pack kecil saja.

Pohon-pohon besar, gua jepang, tebing dan “warna hijau” merupakan beberapa sajian yang menantang kreatifitas skill fotografi kita. Pilihan teknik foto yang dominan saya pilih saat itu adalah fill in flash. Karena saya akan memotret orang (portrait) dengan mengikut sertakan latar belakang (saya hanya membawa lensa wide). Saya ingin memotret orang, tetapi latar belakang harus tampil indah dan tidak mau over exposure.

tahura dago pakar

Flash dipegang oleh subjek foto, untuk mengimbangi cahaya natural di luar Gua.

tahura dagoTetap dengan teknik 1 flash, untuk fill in cahaya di wajah subjek foto.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

hutan raya dago

latar belakang batang-batang pohon pinus dan tetep dengan teknik fill in flash.

Foto-foto di atas hanya sampel dari puluhan foto eksplor tahura Dago Pakar…Murah, meriah, indah, alami dan segaaar.

 Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

 

BROMO…bromo

Dulu…kalau googling image “bromo”…sedih banget rasanya. Foto-foto yang muncul bagus-bagus dan indah. Sedih karena, , saya belum diberi kesempatan untuk ke sana.

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, saya berkesempatan ke sana..walaupun waktunya kurang tepat (karena bertepatan dengan liburan idul fitri)…tapi, dari sisi cuaca pas banget, karena masih musim kemarau.

Ternyata, ada beberapa jalan menuju kawasan Bromo. Kami waktu itu naik lewat Pasuruan. Spot yang diantarkan oleh Jeep-2 yang kami (rombongan besar yang menyewa 4 jeep) sewa adalah Pananjakan Dua (dan saya juga tidak tahu…pananjakan satunya di mana..judulnya pasrah saja sama sang sopir). Ternyata, ramainya luar biasa!…saya hanya ikut kemana orang-orang pada berjalan,..dan ternyata menuju ke atas sebuah bukit…setelah sampai di atas, kami duduk diam dan kedinginan!

Nah, di sini baru naluri tukang fotonya muncul. Saya gak mau diam..langsung berjalan dalam gelap dengan bantuan senter, memecah kerumunan orang. Pertanyaan pertama saya adalah “mataharinya muncul dari arah mana”. Setelah jawaban saya dapat. Pertanyaan berikutnya: di sebelah manakah letak “icon” gunung-gunung yang heboh itu berada. Saya juga segera mendapat jawaban…berdasarkan dua info itu…saya mantabkan “posisi” di mana saya akan mengambil gambar.

 

Jangan lupa, tukang fotonya juga selfie dong
Jangan lupa, tukang fotonya juga selfie dong

 

Matahari pun menyundul keluar. Gelap berubah menjadi remang. Suasana dingin mulai menghangat dengan semburan warna oranye sinar matahari….Mulailah: banyak orang berfoto dan mengarahkan kameranya ke arah matahari…semakin tinggi matahari, ternyata semakin sepi tempat saya berdiri. Sebagian besar orang sudah mulai turun dan hanya puas dengan memotret sun rise yang muncul tidak lebih dari 10 menit itu. Saya kaget…kok pada bubar!…padahal ketika matahari sudah agak tinggi (belum sampai jam 6 pagi),…di situlah pemandangan spektakuler pegunungan kawasan bromo menampilkan keindahannya…dan saat itulah,,,saya memotret dengan puas dan dalam kondisi yang sudah lengang….(tips buat anda…gak usah ikut, orang laen..buru-2 turun ke bawah)

 

Sun rise...tanpa flash..akan jadi siluet nih foto
Sun rise…tanpa flash..akan jadi siluet nih foto

 

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

fill in flash..membuat subjek foto tampil cerah
fill in flash..membuat subjek foto tampil cerah

 

Baru setelah puas memotret ….turun ke hamparan pasir dan gunung-gunung di kawasan Bromo. Dan ternyata, masih nyaman dan bagus, serta tidak terlalu panas (toh masih jam 7 pagi)…Jadi, mengapa, kebanyak orang begitu terburu-buru meninggalkan Pananjakan?..gak ngerti saya!

 

tidak terlalu siang di area berpasir kawasan Bromo
tidak terlalu siang di area berpasir kawasan Bromo

 

Oh ya lupa…hal penting ketika memotret pemandangan dengan latar depan model ketika di Bromo adalah BAWA EKSTERNAL FLASH yang kuat berikut TRIGGER dan RECEIVERnya. Ini pentiiiiing banget, supaya model kita tercahayai dengan baik. kenapa harus pakai perlatan stobist? agar arah cahaya flash tidak frontal dari depan. Gunakan teknik fill in flash dan jangan lupa, anda juga berhak untuk di foto…hehe. Semoga bermanfaat…

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Mata fotografi

Kalau anda hobby fotografi seperti saya. Pasti gatal atau setidak-tidaknya ada yang kurang. Seandainya….kamera dan lensa serta peralatan pendukung lainnya…menganggur dan istirahat nyaman dalam dry box.

Saat musim kemarau kemarin,…semangat hunting foto saya turun drastis. Karena mood saya sudah melorot melihat hamparan sawah di deket rumah saya (objek hunting foto saya), Menjadi kering kerontang kecoklatan. Apalagi semangat sepedahan juga males, karena pemandangan kering kerontang seperti tadi. Dan karena kesukaan saya menyatukan hobi gowes dengan fotografi (istilah saya GOTret-Gowes dan moTret),,begitu gowes berhenti, hampir dipastikan kegiatan motret rutinnya juga berhenti.

Musim hujan yang baru saja datang,…memunculkan semangat GOTret lagi. Sekarang sudah lebih segar dan tidak berdebu..itu yang ada di benak saya.

Sasaran Gotret saya pagi itu adalah “memanfaatkan matahari pagi”. …setelah gowes ke spot- anyar yang sudah saya incer (pemakaman kampung dengan 2 pohon besar plus latar belakang matahari terbit, plus sedikit kabut)…weeh, ternyata mata saya tidak mendapat “frame Photo” seperti yang saya inginkan. Agak kecewa, tetapi ya sudah lah…akhirnya saya putuskan untuk mengarahkan sepeda ke tempat yang sudah puluhan kali saya kunjungi…Danau Ciberem (belakang perumahan mewah Grand Wisata-Tambun).

Sesampainya di sana,..ya tetap, Semuanya masih sama seperti beberapa bulan lalu dan saya sudah kenal detil-detilnya…ujung-ujungnya, karena saya sudah bertekad, dan harus memotret serta dapat “momen”,,,Apa boleh buat, saya harus mengandalkan mata fotografi saya…(hehe..istilah baru ya)…dan kurang lebih, begini cara kerjanya.

Saya mengitari danau, dan mata saya berkeliaran dan serius menganalisa…spot-spot mana yang akan “bagus” secara fotografi. Saya perhatikan: latar belakang, calon point of interest, arah cahaya matahari, pilihan sudut pandang, teknik fotografi yang akan saya aplikasikan..dan “membayangkan hasil foto yang akan dibuat”.

Taaaaa daaaa…inilah hasil mata fotografi pilihan saya.

danau ciberem
danau ciberem
Danau Ciberem
Danau Ciberem

 

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

foto indah

Ok, apapun kamera dan lensa nya…tetap saja…mata fotografi kita dulu yang harus terus diasah..Setuju?

indahnya fotografi

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 774 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: