Nyeni dengan lensa 50mm f1.8

Punya lensa fixed 50mm memang sesuatu banget. Memanfaatkan bukaannya yang besar dan kejernihan optiknya,…membuat memotret menjadi lebih menyenangkan. Setelah sekian lama, tersibukan dengan berbagai kegiatan. Pagi itu, saya semangat sekali untuk melakukan sesi pemotretan.

Tidak perlu model seksi. Model saya ada di kebun depan rumah. Berbagai daun dan bunga akan saya eksplor menggunakan lensa 50mm dan memanfaatkan kontras cahaya matahari pagi. Tema yang ada dibenak kepala saya adalah “abstrak” dengan menonjolkan subjek utama melalui pencahayaan. Subjek harus lebih terang atau mencolok dari pada latar belakangnya.

Ini lah beberapa hasilnya…

 

foto indah

 

DSC_8149Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

DSC_8209

DSC_8233

Not bad kan…

Setiap foto yang berlatar belakang gelap, itu berarti saya memanfaatkan beda exposure yang ekstrim antara subjek foto yang terkena matahari dengan latar belakang yang tidak terkena matahari.

Kalau latar belakang masih terlihat, itu berarti hanya beda beberapa stop antara keduanya. Sehingga untuk mensiasatinya, saya memanfaatkan teknologi pem”bokeh” an…menggunakan aperture yang besaaaar yang merupakan kekuatan lensa fixed 50mm ini.

Begitu…simpel kan.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Tahura Dago Pakar-Bandung

Liburan akhir tahun 2014 saya habiskan di Bandung. Untuk mensiasati keramaian dan macetnya Bandung, sengaja saya memilih waktu antara tanggal 26 Des sampai dengan 30 Des. Walhasil, alhamdulillah. Tidak terlalu macet banget (berarti masih tetep macet..hehehe)

Salah satu destinasi yang saya incar adalah taman hutan raya (tahura) Dago Pakar. Dugaan saya, destinasi wisata alam yang apa adanya seperti ini tidak akan terlalu menarik bagi “orang-orang kota”. Dan, tahura ini kan tidak terlalu populer di sosmed, dibandingkan dengan “market-market” yang ada di lembang, daerah Setiabudi atau tempat bermain berbayar yang terkesan “natural tetapi berteknologi”.

Dan ternyata, benar sekali. Tahura pada saat saya kunjungi,…sepiiii sekali. Wah, senangnya hati ku. Tidak ada antrian mobil dan kerumunan orang. Saya dan keluarga, bisa tenang dan damai menikmati sajian alam di cuaca yang cerah.

Saya sudah berkostum dan memakai sapatu jogging agar nyaman untuk berjalan kaki . Peralatan foto yang simpel: 1 dslr, 1 lensa wide dan 1 flash dengan trigger masuk dalam back pack kecil saja.

Pohon-pohon besar, gua jepang, tebing dan “warna hijau” merupakan beberapa sajian yang menantang kreatifitas skill fotografi kita. Pilihan teknik foto yang dominan saya pilih saat itu adalah fill in flash. Karena saya akan memotret orang (portrait) dengan mengikut sertakan latar belakang (saya hanya membawa lensa wide). Saya ingin memotret orang, tetapi latar belakang harus tampil indah dan tidak mau over exposure.

tahura dago pakar

Flash dipegang oleh subjek foto, untuk mengimbangi cahaya natural di luar Gua.

tahura dagoTetap dengan teknik 1 flash, untuk fill in cahaya di wajah subjek foto.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

hutan raya dago

latar belakang batang-batang pohon pinus dan tetep dengan teknik fill in flash.

Foto-foto di atas hanya sampel dari puluhan foto eksplor tahura Dago Pakar…Murah, meriah, indah, alami dan segaaar.

 Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

 

BROMO…bromo

Dulu…kalau googling image “bromo”…sedih banget rasanya. Foto-foto yang muncul bagus-bagus dan indah. Sedih karena, , saya belum diberi kesempatan untuk ke sana.

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, saya berkesempatan ke sana..walaupun waktunya kurang tepat (karena bertepatan dengan liburan idul fitri)…tapi, dari sisi cuaca pas banget, karena masih musim kemarau.

Ternyata, ada beberapa jalan menuju kawasan Bromo. Kami waktu itu naik lewat Pasuruan. Spot yang diantarkan oleh Jeep-2 yang kami (rombongan besar yang menyewa 4 jeep) sewa adalah Pananjakan Dua (dan saya juga tidak tahu…pananjakan satunya di mana..judulnya pasrah saja sama sang sopir). Ternyata, ramainya luar biasa!…saya hanya ikut kemana orang-orang pada berjalan,..dan ternyata menuju ke atas sebuah bukit…setelah sampai di atas, kami duduk diam dan kedinginan!

Nah, di sini baru naluri tukang fotonya muncul. Saya gak mau diam..langsung berjalan dalam gelap dengan bantuan senter, memecah kerumunan orang. Pertanyaan pertama saya adalah “mataharinya muncul dari arah mana”. Setelah jawaban saya dapat. Pertanyaan berikutnya: di sebelah manakah letak “icon” gunung-gunung yang heboh itu berada. Saya juga segera mendapat jawaban…berdasarkan dua info itu…saya mantabkan “posisi” di mana saya akan mengambil gambar.

 

Jangan lupa, tukang fotonya juga selfie dong
Jangan lupa, tukang fotonya juga selfie dong

 

Matahari pun menyundul keluar. Gelap berubah menjadi remang. Suasana dingin mulai menghangat dengan semburan warna oranye sinar matahari….Mulailah: banyak orang berfoto dan mengarahkan kameranya ke arah matahari…semakin tinggi matahari, ternyata semakin sepi tempat saya berdiri. Sebagian besar orang sudah mulai turun dan hanya puas dengan memotret sun rise yang muncul tidak lebih dari 10 menit itu. Saya kaget…kok pada bubar!…padahal ketika matahari sudah agak tinggi (belum sampai jam 6 pagi),…di situlah pemandangan spektakuler pegunungan kawasan bromo menampilkan keindahannya…dan saat itulah,,,saya memotret dengan puas dan dalam kondisi yang sudah lengang….(tips buat anda…gak usah ikut, orang laen..buru-2 turun ke bawah)

 

Sun rise...tanpa flash..akan jadi siluet nih foto
Sun rise…tanpa flash..akan jadi siluet nih foto

 

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

fill in flash..membuat subjek foto tampil cerah
fill in flash..membuat subjek foto tampil cerah

 

Baru setelah puas memotret ….turun ke hamparan pasir dan gunung-gunung di kawasan Bromo. Dan ternyata, masih nyaman dan bagus, serta tidak terlalu panas (toh masih jam 7 pagi)…Jadi, mengapa, kebanyak orang begitu terburu-buru meninggalkan Pananjakan?..gak ngerti saya!

 

tidak terlalu siang di area berpasir kawasan Bromo
tidak terlalu siang di area berpasir kawasan Bromo

 

Oh ya lupa…hal penting ketika memotret pemandangan dengan latar depan model ketika di Bromo adalah BAWA EKSTERNAL FLASH yang kuat berikut TRIGGER dan RECEIVERnya. Ini pentiiiiing banget, supaya model kita tercahayai dengan baik. kenapa harus pakai perlatan stobist? agar arah cahaya flash tidak frontal dari depan. Gunakan teknik fill in flash dan jangan lupa, anda juga berhak untuk di foto…hehe. Semoga bermanfaat…

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Mata fotografi

Kalau anda hobby fotografi seperti saya. Pasti gatal atau setidak-tidaknya ada yang kurang. Seandainya….kamera dan lensa serta peralatan pendukung lainnya…menganggur dan istirahat nyaman dalam dry box.

Saat musim kemarau kemarin,…semangat hunting foto saya turun drastis. Karena mood saya sudah melorot melihat hamparan sawah di deket rumah saya (objek hunting foto saya), Menjadi kering kerontang kecoklatan. Apalagi semangat sepedahan juga males, karena pemandangan kering kerontang seperti tadi. Dan karena kesukaan saya menyatukan hobi gowes dengan fotografi (istilah saya GOTret-Gowes dan moTret),,begitu gowes berhenti, hampir dipastikan kegiatan motret rutinnya juga berhenti.

Musim hujan yang baru saja datang,…memunculkan semangat GOTret lagi. Sekarang sudah lebih segar dan tidak berdebu..itu yang ada di benak saya.

Sasaran Gotret saya pagi itu adalah “memanfaatkan matahari pagi”. …setelah gowes ke spot- anyar yang sudah saya incer (pemakaman kampung dengan 2 pohon besar plus latar belakang matahari terbit, plus sedikit kabut)…weeh, ternyata mata saya tidak mendapat “frame Photo” seperti yang saya inginkan. Agak kecewa, tetapi ya sudah lah…akhirnya saya putuskan untuk mengarahkan sepeda ke tempat yang sudah puluhan kali saya kunjungi…Danau Ciberem (belakang perumahan mewah Grand Wisata-Tambun).

Sesampainya di sana,..ya tetap, Semuanya masih sama seperti beberapa bulan lalu dan saya sudah kenal detil-detilnya…ujung-ujungnya, karena saya sudah bertekad, dan harus memotret serta dapat “momen”,,,Apa boleh buat, saya harus mengandalkan mata fotografi saya…(hehe..istilah baru ya)…dan kurang lebih, begini cara kerjanya.

Saya mengitari danau, dan mata saya berkeliaran dan serius menganalisa…spot-spot mana yang akan “bagus” secara fotografi. Saya perhatikan: latar belakang, calon point of interest, arah cahaya matahari, pilihan sudut pandang, teknik fotografi yang akan saya aplikasikan..dan “membayangkan hasil foto yang akan dibuat”.

Taaaaa daaaa…inilah hasil mata fotografi pilihan saya.

danau ciberem
danau ciberem
Danau Ciberem
Danau Ciberem

 

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

foto indah

Ok, apapun kamera dan lensa nya…tetap saja…mata fotografi kita dulu yang harus terus diasah..Setuju?

saat di PKBM Al Falah…sekolah gratis untuk anak Pemulung TPA Bantar Gebang

Terinspirasi dengan foto-foto esei dari majalah fotografi tahun 90’an, yang biasanya mengangkat cerita kaum marjinal melalui foto-foto hitam putih….Sayapun tertarik untuk membuat foto-foto seperti itu. Pilihan subjek foto yang akan saya eksplor jatuh pada PKBM Al Falah, yang terletak di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Planet Bekasi,,,(hehehe)..sy juga tinggal di planet itu lho…

PKBM Al Falah ini, cukup unik dan luar biasa..Bagaimana tidak. Sejak tahun 2009 hingga saat ini, terus konsisten memberikan layanan pendidikan gratis kepada anak-anak pemulung mulai dari tingkat PAUD/TK, SD (Paket A) dan SMP (Paket B)…Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan reguler setiap hari dengan jumlah siswa lebih dari 200 anak dan ditangani oleh para Guru-guru luar biasa yang berjumlah 12 orang. Foto-foto berikut, ini baru hasil Kunjungan sesi motret pertama dan saya belum puas,,,karena saya belum mengkover semua detil aktivitas, lingkungan dan emosi yang ada di sana… Tapi, saya sudah tidak sabar ajah, untuk mem post kannya pada blog ini, yang sudah sekian bulan kering. Pemotretan saya lakukan dengan menggunakan DSLR (Nikon D70), lensa 50mm f/1.4 dan 11-16mm f/2.8, flash dan trigger. Setting kamera Manual, dan monochrome (hitam putih) dengan format RAW…

pkbm al falah…Asik ajah,..melihat siswa sedang membaca di perpustakaan nan sederhana itu…

DSC_5371Bimbingan belajar private….”belajar membaca”

DSC_5307Keterbatasan lokal kelas, bukan halangan untuk KBM…di saung pun tak masalah.

 kelas pkbm al falahBelajar di kelas

DSC_5388Area sekolah PKBM Al Falah yang kondusif untuk belajar dan bermain

DSC_5396..”belajar”.. Praktek ibadah sholat berjamaah…

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

murid al falah

ceria…

Hunting foto ….bunga rumput

bunga rumput

Hunting foto dengan memakai jasa model nan cantik jelita dan fotogenik memang selalu laris manis dan banyak penggemarnya. Tetapi, sayang kalo hanya itu yang motivasi kita dalam mendapatkan foto foto yang indah. Karena, sejatinya, masih banyak model-model yang fotogenik…dan itu tidak harus seorang pemodel profesional yang fotogenik.

DSC_7346

 

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

DSC_3848

Salah satu model foto yang paling saya gandrungi adalah bunga-bunga liar yang tumbuh di sekeliling kita. Luar biasanya, saya sudah berkali-kali mengeksplor bunga liar, rerumputan, alang-alang atau yang sejenisnya sebagai subjek foto saya…tetapi, bagi saya mereka terus tampil dengan luar biasa fotogenik…apalagi pada saat pagi hari dengan bonus embun dan sinar matahari yang masih hangat.

bungan rumput1

Saya senang menggunakan lensa makro untuk mengeksplor bunga-bunga nan kecil ini. Bermain dengan kontras dan ruang tajam adalah hal penting dalam mengeksplor model model mini ini. melatih kepekaan melihat dan merubahnya menjadi hasil foto yang indah adalah tantangan yang menarik. Belum lagi apabila foto berhasil tampil indah,,,maka tercapailah misi fotografer sejati…membuat hal biasa menjadi luar biasa dalam bingkai foto.

Daun rumput

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Foto berkesan segar

Hasil foto memang bisa menyampaikan beribu pesan. Pesan dalam fotografi pun, tidak melulu foto-foto jurnalistik.  Ketika, menjumpai suasana pagi yang sejuk, segar dan nyaman…ingin rasanya untuk share hal yang saya kepada orang lain. …dan fotografi adalah salah satu caranya.

bunga adenium

Langsung saja, gear disiapkan (DSLR, Lensa Makro, Tripod dan 1 buah flash kecil). jadilah proyek pagi itu, saya beri tema “foto berkesan segar”. Saya harus bisa menyampaikan kesan segar, sejuk kepada pemirsa foto-foto saya. Ketika menjelajah kebun kecil di sekitar rumah, mata ini langsung banyak menemukan dedaunan dan bunga-bunga yang masih terselimuti oleh embun…Nah, ini dia yang saya cari. Mengangkat kesan segar dengan menonjolkan kesegaran dedaunan dan bunga yang masih terselimuti embun.

embun daun

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

Teknik menfotonya tidak sulit sama sekali. Cuaca pagi cerah sangat membantu, karena memberikan intensitas cahaya yang lembut. Saya pilih subjek foto yang tidak terkena cahaya matahari…jadi sumber cahayanya adalah area bayangan matahari ditambah cahaya fill in flash kecil.

pucuk daun embun

Saya memilih aperture yang kecil (sekitar f/11-16), karena ingin menampilkan ketajaman embun-embun. latar belakang saya biarkan agak under exposure, agar dapat menonjolkan subjek foto yang tercahayai dengan flash…tantangannya hanya mencoba menempatkan flash pada sudut yang tepat agar pantulan cahayanya tidak terekam.

Selamat mencoba..

 Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

indahnya fotografi

%d blogger menyukai ini: