Arsip Kategori: Peralatan

Foto Portrait dengan Lensa fix 50mm F1.8

Bagi pencinta foto orang (portrait), hasil foto yang bokeh tentunya menjadi idaman. Karena, efek bokeh, membuat subjek foto seolah-olah terpisah dengan latar belakang yang tampak kabur/blur. foto yang bokeh juga membuat latar belakang menjadi tidak dominan dan mengganggu subjek foto, sehingga subjek foto kita menjadi perhatian utama.  Hanya sayangnya, lensa-lensa yang sudah dirancang khusus untuk foto portrait biasanya harganya lumayan mahal. Kalo mau tahu, silahkan cek harga lensa-lensa fix 85mm F1,8 atau 135mm F2,8 yang dirancang khusus untuk foto portrait,..hmm. Harganya lumayan kan!

Full Face masih sangat memadai dengan Lensa Fix 50mm, karena masih dalam jangkauan fokusnya.

Tapi, jangan patah arang,..apabila anda mempunyai kamera DSLR kelas pemula atau menengah, di mana format sensornya tidak full frame,..anda akan mampu membuat foto portrait yang bokeh dengan lensa yang murah meriah.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Begini ceritanya. Kamera DSLR kelas pemula dan menengah, biasanya mempunyai koreksi pada lensa yang terpasang (tidak full frame). Silahkan lihat buku manual DSLR anda. Biasanya koreksinya antara 1,5 sampai 1,7 kali. Artinya,..Berapapun FL lensa yang ada pasang di DSLR anda sebenarnya ia harus dikalikan nilai koreksinya. Misalnya, kalau anda pasang lensa dengan FL 50mm, apabila DSLR anda mempunyai nilai koreksi 1.5,..ini berarti anda sedang menggunakan lensa dengan FL 50mmx1.5 = 75mm.

Foto half body bisa tampil okeh banget dengan lensa fix 50mm

Kelemahan inilah yang menjadi keuntungan bagi anda pencinta foto portrait. Dari pada harus beli lensa-lensa mahal yang khusus portrait. Kita dapat menggunakan lensa fix 50mm F1.8 untuk kegiatan foto portrait. Lensa ini harganya sangat ekonomis tetapi mempunyai kualitas optik yang cukup baik. Dengan nilai koreksi DSLR yang ada, lensa fix 50mm, telah menjadi lensa dengan FL yang cocok untuk foto portrait, yaitu 75mm  (rentang FL ideal untuk portrait adalah 70-135mm).

Foto full body, subjek tetap tampil tajam dengan latar belakang yang blur

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Lensa fix 50mm F1.8 dapat diaplikasikan untuk  foto portrait dengan konsep full face, half body sampai dengan full body. Dan yang penting, dengan aperture terbesar 1.8 efek bokehnya hmmm,…tidak kalah dengan lensa-lensa mahal yang memang dikhususkan untuk foto portrait.

Foto portrait dengan menyertakan Bahu, subjek tetap tampil tajam dan latar belakang blur…hmm, semua bisa dengan lensa Fix 50mm F1.8 yang murah meriah itu.

Menjadi Stobist Mania, siapa takut?

Masih asing dengan istilah strobist?, ini keterangan yang singkat tapi to the point yang saya ambil dari mlmfoto.com.

Strobist berasal dari kata strobe, yang dalam istilah fotografi berarti alat yang memproduksi cahaya secara terus menerus. Dengan bahasa yang lebih populer Strobist adalah fotografer yang senang menggunakan flash (blitz) secara off-camera. Jika umumnya, di masa sebelumnya orang menggunakan flash dengan cara diletakkan diatas hot-shoe kamera, maka para strobist menggunakan flash dengan jarak tertentu dari kamera.

Secara umum, strobist dapat didefinisikan sebagai teknik pengambilan gambar atau foto menggunakan flash/blitz secara off-shoe atau off-camera. Teknik strobist ini memungkinkan flash untuk dapat ditrigger di mana pun tanpa harus terpasang pada hot-shoe tersebut. Keuntungan dari teknik ini adalah kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan pencahayaan yg kita inginkan. Dewasa ini, strobist makin digandrungi karena kemampuannya menghasilkan efek cahaya yang lebih baik dan dramatis.

Yuuk belajar fotografi yang efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di  fotoindah.com

Kalau anda hobi fotografi luar ruang ternyata menjadi strobist mania, kayaknya  mutlak dan harus deh! Karena, kadang, kita diposisikan pada situasi dan kondisi pencahayaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Wong namanya, fotografi luar ruang, maka sumber cahaya yang paling kita andalkan adalah cahaya matahari. Dan kita tidak bisa sepenuhnya mengatur pencahayaan matahari untuk hasil foto yang kita inginkan. Kita yang harus menyesuaikan. Nah, salah satu teknik penyesuaian yang bisa kita aplikasikan dengan leluasa adalah menggunakan strobe/flash.

Misalnya: kita dihadapkan pada situasi pencahayaan di mana kontras yang terlalu tinggi atau malah tidak ada kontras sama sekali. Nah, di situlah kita membutuhkan sumber cahaya lain yang bisa kita atur sesuai keinginan.

Yuuk belajar fotografi yang efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di  fotoindah.com

Apa peralatan yang diperlukan untuk menjadi strobist mania? Simpel saja.

  1. Kamera yang ada hot shoe nya (suatu dudukan yang berfungsi untuk koneksi bodi kamera dengan eksternal flash)
  2. Flash/blizt  eksternal (untuk pemula satu  flash juga sudah cukup)
  3. 1 set Flash trigger (berisikan 1 receiver dan 1 transmitter).
  4. Dudukan flash (bisa dalam bentuk apa saja, asal berfungsi bisa untuk menaruh flash ditempat yang kita inginkan)

Peralatan di atas sudah anda miliki, maka anda sudah bisa mengklaim sebagai strobist mania…hehehe!

Teknik foto nya bagaimana? Sama simpelnya dengan peralatan yang digunakan. Karena intinya, kita tinggal menaruh flash di mana saja sesuai dengan efek arah datang cahaya ke subjek foto sesuai dengan yang kita inginkan. Pokoknya, enjoy deh,…tidak direpotkan dengan kabel dan perlatan yang besar-besar dan berat!

Yuuk belajar fotografi yang efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di  fotoindah.com

Kreatifitas anda sebagai strobist mania akan ditantang sekali, karena anda bisa menciptakan efek cahaya sesuai keinginan,…bak foto studio!…dan semakin master anda menggunakan strobe,..semakin butuh anda dengan asesoris lain yang menunjang kreatifitas. Berita baiknya, asesorisnya banyak tersedia di pasar, dengan variasi harga yang disesuaikan dengan anggaran kita! Asyik kan!…selamat mencoba dan menjadi strobist mania!

Flash Extention buat Foto Makro

Memotret makro dengan subjek di luar ruang menggunakan flash biasanya banyak memudahkan tata cara kerjanya. Yang jelas kita tidak usah menggunakan tripod dan risau dengan blur karena speed rendah. Kerja dengan flash untuk foto makro dapat santai dengan speed yang sesuai dengan sinkronisasi kamera kita.

Permasalah timbul dalam menggunakan flash untuk foto makro adalah letak flashnya yang tidak pas lokasinya dengan subjek foto kita. Ketika memotret dengan fasilitas makro, biasanya subjek foto kita terletak hanya beberapa cm saja dari ujung lensa. Artinya, cahaya flash kita tidak efektif untuk menyinari subjek foto kita yang berada dekat sekali dengan lensa itu. Dan lagi, biasanya flash yang menempel di bodi kamera (ataupun flash independen yang dipasang di atas bodi lensa) , biasanya letaknya di atas, sehingga benar-benar tidak mampu mensupply cahaya untuk subjek foto makro kita. Untuk mensiasati ini, banyak sekali dibuat alat bantu agar flash kita dapat efektif menyinari subjek foto makro kita.  Alat bantu itu, ada yang dibuat oleh pabrikan ataupun buatan tangan dari fotografernya.

Nah, beberapa waktu lalu, sy iseng membuat alat bantu itu (biasa disebut dengan flash extention), dari kardus bekas.  Cara kerja extention ini adalah memastikan cahaya yang dipancarkan oleh flash di arahkan ke subjek foto kita yang letaknya di depan lensa itu.  Sehingga, cara membuatnya pun simpel saja. Sy membuat tabung dari kardus bekas, yang ukurannya disesuaikan dengan kepala flash yang sy pakai. Tabung itu dibuat dengan panjang sesuai dengan lensa di tambah beberapa cm untuk memastikan cahaya jatuh tepat ke subjek foto makro kita. Bagian dalam tabung ekstensi itu sy lapis dengan aluminium foil, dan berfungsi sebagai reflektor, agar cahaya yang dipancarkan tetap cerah sesuai pancaran dari flash.  Ujung tabung harus di tutup dan buatlah sedemikian rupa sehingga cahaya dari flash seolah-olah dibimbing dan di arahkan menuju subjek foto yang berada sedikit ke bawah dan di ujung lensa kita.

Untuk teknis memotretnya, tinggal kita memotret seperti memotret makro seperti biasa, hanya saja perlu dilakukan coba-coba mengenai kuantitas cahaya yang dihasilkan oleh flash kita. Anda perlu catat, berapa intensitas cahaya flash yang pas untuk aperture yang anda pilih. Sebagai contoh, foto-2 sy, sy ambil dengan speed sesuai sinkronisasi flash kamera sy, aperture 10 dan flash dikurangi 1 ev (atau 1 stop).

Nah, ini dia !! flash extention made in saya,,,hehe

Anda tertarik untuk mencoba?

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

My nikon slr collection…

Beralihnya teknologi fotografi menuju digital,,,meninggalkan beberapa kamera slr kesayangan saya menjadi barang antik…padahal, terus terang, sy suka sekali dengan kamera-kamera slr nikon saya. Begitu gagah, kokoh dan gaya banget.

Seri kamera slr profesional nikon pada era analog memang manteb banget, dan masih mampu ke beli. yang tetep berat dari dulu sampe sekarang adalah lensa-lensa nikon yang profesional (harganya ruar biasa, walaupun sebanding dengan kualitas gambarnya). Dan yang menarik dari nikon slr adalah ia begitu konsisten dengan mounting sistem lensanya,,,sehingga lensa-lensa jadulpun masih terus bisa dipakai.

Era 70’an nikon punya SRL profesional F3,,,sy beruntung sempet beli dengan harga murah meriah satu set F3, lengkap body, motor drive dan flashnya (yang unik)..sy sempat pula merasakan sensasi, motret dengan F3…berat, full manual, dan tahan banting…bahkan engga pake baterry pun, ia masih bisa digunakan….pokoknya gagah banget deh. Dulu ia, Cocok banget buat yang suka hunting ke alam liar…

Perhatikan gambar di atas,,,,betulkan, kalau saya bilang F3 dengan motor drive,,benar-2 tampak kokok, gagah dan tentunya berat….

era 80’an sampai 90’an Nikon merelease , kelas SLR pro dengan seri F4…Ini, kamera andalan saya dahulu,,,bentuknya ergonomis, gagah, kuat dan indah di pandang…apalagi yang seri F4s (motor drivenya tidak terlalu besar dan proporsional dengan bodinya). Seri F4, sudah lebih canggih dibanding F3…sudah ada program pencahayaan, fokus otomatis, dan banyak lagi feature canggih (untuk kondisi saat itu)

Kalo F3, bentuknya terlalu kotak dan kaku…F4s lebih meliuk-liuk bodinya, tetapi tetap tampil tegas dan gagah. Kalo hunting foto, pake F4s, belum motret ajah, udah pede banget,,,hehe.

Oh ya…beruntung dengan teknologi digital saat ini, kita bisa memberondong jepretan, sebanyak mungkin, sejauh media simpan yang kita gunakan punya kapasitas yang banyak, dan tidak mempengaruhi tampilan bodi. Nah, jaman analog dulu,,,untuk membuat kamera slr kita mampu memotret dengan banyak jepretan, perlu tambahan alat, untuk menyimpan dan menaruh film sebagai media rekamnya.

perhatikan,,,tambahan alat untuk menampung film, F4nya kayak punya sayap, hehe.

… Rindu juga sih, menggunakan kamera-2 analog hebat itu,,,tapi males, ke lab untuk cuci atau cetaknya….Terus bagusnya diapain tuh kamera yah?

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Kamera Canggih,,,hasil canggih?

Memotret memang terlihat gampang, apalagi dengan teknologi kamera digital saat ini…Kita sepertinya dimanjakan sekali dengan fasilitas dan teknologi yang disediakan oleh sang kamera. Mulai dari memfokuskan objek foto, sampai dengan mode-mode pencahayaan yang paling cocok dengan siatuasi objek yang akan difoto. Pokoknya “seolah olah” semua orang dapat disulap menjadi pembuat “foto indah” secara instan…

Kenyataannya,,,bisa iya, bisa tidak.  Memang logikanya, kamera yang canggih memang memberikan bantuan dan mempermudah proses pengambilan gambar dan juga meningkatkan kualitas hasil foto yang dibuat. Tetapi, tetap diperlukan asumsi-asumsi tertentu agar, kecanggihan kamera bisa kita manfaatkan secara maksimal.

Apa sih asumsi-asumsi umum tersebut?

  • Diperlukan pemahaman semua fitur yang ada dan manfaatnya bagi hasil foto kita. Nah,,,ini yang agak sulit. Manual Kamera yang disediakan oleh Pabrikan, biasanya hanya dibaca sepintas. Yang penting tahu cara menghidupkan, memotret dengan cara yang paling simpel, hasilnya jelas dan terang,,,cukup lah sudah! Kendala lainnya, adalah bahasa yang ada di Manual….Bahasa Inggris! belum lagi, istilah-istilah teknis fotografi yang digunakan,,,semakin lengkap sudah alasan, untuk mempeti es kan, manual kamera kita…he.he..he
  • Pemahaman mengenai bedanya hasil foto (yang dua dimensi) dengan cara mata kita memandang. Yang terlihat begitu indah di mata kita (ketika kita melihat objek tersebut),,,,belum tentu bisa dengan begitu saja dipindahkan dengan keindahan yang sama di hasil foto kita! Apa artinya? kita harus mempelajari “teknik dan sedikit ilmu” terkait dengan komposisi atau perspektif dalam fotografi…..ini bukan masalah bakat!, ini hanya sekedar masalah teknis dan sedikit jiwa seni serta banyak latihan….
  • Hasil foto dibatasi oleh frame (bingkai)….mata kita bisa melihat semua dan bisa langsung fokus pada subjek foto (elemen lain dicuekin!)….di sini lah letak tantangannya, membatasi hasil foto kita! kadang kita seenaknya ajah main jepret-jepret,,,dan yang kita lihat di “lcd kamera” saat itu hanya subjek foto kita,,,selagi subjek tersebut terlihat bagus,,,puas sudah!…pas diteliti ulang,,,lho kok, banyak elemen dalam bingkai foto kita yang tidak men”support” subjek foto…malah kadang-kadang ia (elemen foto lainnya) lebih menarik dari subjek foto kita!

Memang masih banyak lagi asumsi lain,,,tetapi menurut saya, tiga  asumsi di atas saja sudah cukup!…anda pastikan tiga  hal di atas,,,maka, kamera canggih anda bisa lebih termanfaatkan lebih optimum untuk menghasil foto yang indah hasil karya anda sendiri….

sukoharjo-river3

dengan banyaknya latihan, pemahaman fitur kamera dan sedikit ilmu mengenai perspektif…motret model gini, gampang banget…..

pantai-krakal21

Pantai merupakan objek foto yang menarik,,,,tapi penggunaan kamera canggih belum tentu menghasilkan hasil foto yang canggih (baca: indah)….sekali lagi, memahami 3 asumsi di atas bisa meningkatkan hasil foto kita.

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Apa Kamera Anda Selalu Siap Sedia?

Kamera digital sudah dirancang untuk dapat digunakan kapan saja, selagi batere ok dan media rekamnya tidak full. Saya ingat jaman fotografi analog dulu, untuk bisa memotret kapan saja sangat susah, karena film tidak bagus berlama-lama di dalam kamera.Nah, pertanyaannya seberapa banyak anda memanfaatkan kelebihan kamera digital ini?

Untuk mengoptimalkan fitur ini, saya selalu membiasakan diri untuk:

1. Sehabis memotret, file hasil foto langsung saya pindahkan ke harddisk komputer saya. Media rekam langsung saya kosongkan dengan cara mendelete.

2. Batere saya charge sampai full.

3. membersihkan kamera dan lensa, serta perlengkapan foto lainnya.

4. menyimpan di tempatnya (dry box).

Dengan ritual itu, ternyata cukup membantu saya, untuk membuat persiapan yang singkat kalau ada subjek foto menarik. Misalnya ketika suatu pagi  saya  sedang melihat-lihat pohon di kebun….eh ada katak pohon yang sedang asyik menempel di daun alokasia….Langsung deh membuat persiapan dengan sesingkat-singkatnya. karena katak itu bisa pindah tempat kapan saja.  …..Saya persiapkan kamera, lensa makro dan tripod,,,selesai dalam 1 menit.

inilah hasilnya…..berhasil mengabadikan momen itu! Jadi benar yah ungkapan bahwa “FOTOGRAFI itu adalah merekam penggalan-penggalan WAKTU…

kodok-pohon1

kodok-pohon

dan foto berikut ini juga hanya bisa didapat pada pagi hari…

DSC_5373

….penggalan-penggalan waktu

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

optimalkan TRIPOD anda

Bagi para pencinta ourdoor photography, Tripod sudah menjadi alat bantu yang sangat berguna untuk menghasilkan karya foto yang indah.  Alat berkaki tiga itu berguna untuk menyangga berat bodi kamera dan lensa agar kokoh dan tidak goyah dan bergetar ketika kita memotret.

tripod1

“Golden Skin”…Tanpa Tripod, foto makro seperti ini, susah banget dapet fokusnya.

Ada beberapa kondisi wajib yang mengharuskan kita menggunakan tripod, misalnya:

  1. Ketika kita memotret dengan kecepatan yang rendah, sehingga kalau kamera dipegang oleh tangan kita, bisa dipastikan hasil foto pasti burem/blur karena getaran tangan kita.
  2. Ketika kita memotret dengan lensa tele. Biasanya lensa tele makin panjang makin berat. Sehingga dengan kecepatan 1/250 detik pun masih bergetar kalau motretnya tanpa tripod.
  3. Ketika motret Close up tanpa flash. karena susah sekali kalau tanpa tripod, posisi lensa bergerak sedikit saja, perubahan akan hasil foto sudah sangat signifikan, Ya,,, burem lah atau komposisi foto jadi ngaco.
  4. Ketika kita ingin memotret dengan hasil yang lebih baik!!! mengapa? Dengan menggunakan tripod biasanya mau tidak mau, kita dipaksa untuk lebih teliti, konsentrasi dan selektif dalam membingkai foto. Beda kalau kamera ada ditangan, reflek kita biasanya langsung jeprat-jepret tanpa banyak evaluasi atas subjek yang kita foto.
  5. Ketika kita menginginkan Dof yang tinggi.

tripod

“silk road”…Tanpa Tripod, foto speed rendah seperti ini jadi mission impossible

Ada banyak sekali pilihan Tripod di pasar, apabila anda ingin serius motret outdoor, berikut saran saya untuk pilihan Tripod yang banyak bermanfaat dalam mengekspresikan kreatifitas foto outdoor anda:

  • Apabila budget anda memadai, belilah Tripod branded yang diperuntukkan untuk profesional dengan ciri-2: bagian-bagian tripod dijual terpisah (kaki, head dan realease).
  • Apabila budget terbatas, belilah Tripod kelas menengah yang biasanya dijual sudah lengkap semua komponen tripodnya. Ini beberapa tips untuk memilih Tripod kelas menengah:
  • – Rentangkan ketiga kaki tripod secara maksimum, lalu anda tekan bagian atasnya untuk mengetes kekokohannya. Apabila meletot, jangan dibeli.
  • – Pastikan dudukan kameranya kokoh (tempat kamera dipasang di tripod), sebaiknya jangan terbuat dari plastik, karena biasanya getas dan mudah patah.
  • – Pilih Tripod yang kaki-kakinya dapat dibuka secara maksimum sampai rata dengan tanah, sehingga bisa untuk memotret dari low angle (makin pendek jaraknya dengan tanah makin bagus)
  • – Kerusakan yang sering terjadi pada tripod adalah komponen pengunci kaki-kaki yang mengatur ketinggian Tripod, Jadi pastikan penguncinya kuat.

tripod3

“Nice Evening” warna senja dan dof yang tinggi bisa dapet karena kamera aman di tripod yang kokoh

Memang agak risih apabila ketika hunting foto harus bawa-bawa tripod, apalagi kalau sedang motret sendirian. Tapi cuek ajah, repot sedikit tapi puas pas melihat hasilnya. Dari pada nyesel, dapet subjek foto bagus, waktunya bagus, eh terkendala hanya karena tidak bawa Tripod…..Padahal dalam  fotografi outdoor, waktu yang tepat adalah faktor signifikan untuk hasil foto kita….suruh ulang lagi, belum tentu dapet moodnya.

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com