Arsip Kategori: liburan

Villa Sentani jadi Cijalu Resort

Saya pernah menulis mengenai kunjungan ke Villa Sentani beberapa tahun lalu. Villa yang asri dan luar biasa itu, sekarang (2016) telah berubah nama menjadi Cijalu Resort.

Nama berubah, ternyata dikarenakan adanya renovasi hijau di dalamnya. Area diperluas dua kali lipat. Bungalow baru ditambah, sehingga akan membuat semakin banyak orang dapat menikmati sensasi dingin segar dan asri di villa yang bersebelahan dengan kebun teh ini.

cijaluresort

Fasilitas outbond sudah terpasang. Ruang meeting dan restaurant, area outdoor activities, kolam pancing, camping ground sudah siap. Luar biasa….

outbond2 cijalu

Berita gembiranya, sekarang Cijalu Resort sudah terbuka untuk umum. Tamu diberi pilihan sesuai selera. Menginap di bungalow atau di tenda dome yang mewah atau hanya sekedar gathering tanpa menginap. Paket keluarga atau Gathering/Meeting atau Training dalam grup juga bisa.

inroom-rajawali

Villa Sentani yang dulu imut, sekarang telah berubah menjadi Cijalu Resort yang lebih asri, rapi, ramah dan penuh sensasi alam.

Cijalu Resort seperti layak anda kunjungi deh. silahkan cek detilnya di http://cijaluresort.com

Salam quality time

Kedung Pedut….kolam renang bertingkat

Geliat wisata alam dalam beberapa tahun terakhir, ternyata berdampak positif bagi semua pihak. Bagi wisatawan, akan tersedia banyak sekali pilihan wisata alam yang benar benar anti mainstream. Tempat wisata-wisata alam yang sudah terkenal sejak jaman dahulu, sekarang sudah mulai tidak terlalu dijadikan pilihan. Wisata alam non mainstream walaupun aksesnya penuh perjuangan, sepertinya malah membuat penasaran untuk dikunjungi.

kedung pedut

Kedung Pedut salah satunya. Wisata alam non mainstream ini terletak di Jati Mulyo, Kecamatan Giri Mulyo Kab. Kulon Progo Jogjakarta, menawarkan sensasi wisata air yang berbeda! Kedung pedut sendiri berarti cekungan di dasar sungai yang biasanya agak dalam. Nah, cekungan itu yang dijadikan tempat untuk bermain air. Uniknya cekungan ini bukan hanya ada satu di Kedung Pedut. Mungkin ada 5 atau lebih dan dengan ketinggian yang berbeda. Jadi dari satu cekungan ke cekungan lain, selalu di batasi dengan air terjun karena beda tinggi.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

kedung pedut_1

Akses jalan menuju kedung pedut, sudah beraspal cukup baik, hanya saja masih agak kecil dengan sedikit kelok kelok dan tanjakan. Semua yang ada di sana masih alami dan dengan harga yang sangat terjangkau!

kedung pedut_2

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Bagi anda pencinta fotografi,..sepertinya anda akan dimanjakan untuk memotret di Kedung pedut. Banyak sekali objek untuk aplikasikan memotret dengan tema “gerakan”. Mau slow motion atau freezing sangat memungkinkan dipraktekkan.

kedung pedut_3

Sayang, saya ketika tiba di Kedung Pedut sudah kesorean,…jadi tidak sempat untuk eksplor detail untuk dapat sudut-sudut pandang yang eksotis.  In syaa Allah, akan berkunjung lagi ke sana…khusus untuk memotret! mau ikuut?

Pantai Gesing..enak masih sepi

Liburan ke Jogjakarta akhir tahun 2015 terasa penuh perjuangan. Bagaimana tidak, terjadi kemacetan yang luar biasa pada tanggal 24 Desember 2015, pada saat keberangkatan kami dari Jakarta.  Rencana jadi molor satu hari. Karena  travel time kami dengan mobil ternyata menyedot kuota 1 hari.

pantai gesing 5

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Trauma kemacetan terus berlangsung selama sampai di jogja. Rencana destinasi mantey (bermain di pantai) di pantai sadranan (wonosari-Gunung Kidul), langsung di coret. Kami cari destinasi mantey yang baru dengan kriteria..tidak macet, tidak terlalu jauh dari Jl.Kaliurang (tempat kami menyewa guesthouse) dan tidak ramai. Beruntung anak saya kuliah di Jogja. Langsung terurai alternatif pantai yang akan dikunjungi. Pantai GESING lah yang kami pilih, karena memenuhi semua kriteria di atas.

ge

Berangkat sudah agak kesiangan, sekitar jam 7 pagi lewat banyak. Langsung rombongan 4 mobil menuju destinasi mantey. Untung pemandunya adalah akamsi (anak kampung sini). Perjalanan menuju pantai Gesing, tidak melewati jalur mainstream. Kami melewati daerah imogiri langsung menuju kecamatan Panggang tempat pantai Gesing berada. Jalanannya mulus, sepi dan asri. Bener-bener seperti imajinasi perjalanan keluar kota. Sekitar 2 jam kurang kami sudah masuk area pantai Gesing,,yang ternyata adalah tempat berlabuhnya perahu-perahu nelayan Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

pantai gesing

Ombak tidak terlalu besar plus pasir putih dan yang penting sepi…jadilah kami mantey di pantai Gesing dengan berpayung ria. Satu lagi hal positif di Pantai Gesing…makan sea food masih murah banget. Saya beli lobster yang sudah tewas dari pemancingnya langsung (1 Lobster besar dan 4 lobster tidak besar) disuruh bayar “sak sak e wae Pak” (harganya terserah saya…!). Karena saya gak tahu,..akhirnya Mas pemancing itu, minta dibayar Rp.30.000 saja untuk lobster-lobster matinya….weeek! Dengan ongkos masak 5 ribu perak…lumayan lah,..kami sudah menikmati lobster goreng yang lezaat. Ikan panggang dan cumi juga murah…wah uenaaak tenaan.

pantai gesing 1

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Ehhh, bicara fotografinya. Karena memotret dalam kondisi siang hari dengan kontras yang tinggi, mau tidak mau saya memakai flash untuk menghilangkan bayangan hitam di wajah. Saya hanya memotret dengan DSLR dan 1 lensa wide 11-16mm plus satu flash yang nempel di bodi DSLR. Hasilnya lumayan lah…

Tahura Dago Pakar-Bandung

Liburan akhir tahun 2014 saya habiskan di Bandung. Untuk mensiasati keramaian dan macetnya Bandung, sengaja saya memilih waktu antara tanggal 26 Des sampai dengan 30 Des. Walhasil, alhamdulillah. Tidak terlalu macet banget (berarti masih tetep macet..hehehe)

Salah satu destinasi yang saya incar adalah taman hutan raya (tahura) Dago Pakar. Dugaan saya, destinasi wisata alam yang apa adanya seperti ini tidak akan terlalu menarik bagi “orang-orang kota”. Dan, tahura ini kan tidak terlalu populer di sosmed, dibandingkan dengan “market-market” yang ada di lembang, daerah Setiabudi atau tempat bermain berbayar yang terkesan “natural tetapi berteknologi”.

Dan ternyata, benar sekali. Tahura pada saat saya kunjungi,…sepiiii sekali. Wah, senangnya hati ku. Tidak ada antrian mobil dan kerumunan orang. Saya dan keluarga, bisa tenang dan damai menikmati sajian alam di cuaca yang cerah.

Saya sudah berkostum dan memakai sapatu jogging agar nyaman untuk berjalan kaki . Peralatan foto yang simpel: 1 dslr, 1 lensa wide dan 1 flash dengan trigger masuk dalam back pack kecil saja.

Pohon-pohon besar, gua jepang, tebing dan “warna hijau” merupakan beberapa sajian yang menantang kreatifitas skill fotografi kita. Pilihan teknik foto yang dominan saya pilih saat itu adalah fill in flash. Karena saya akan memotret orang (portrait) dengan mengikut sertakan latar belakang (saya hanya membawa lensa wide). Saya ingin memotret orang, tetapi latar belakang harus tampil indah dan tidak mau over exposure.

tahura dago pakar

Flash dipegang oleh subjek foto, untuk mengimbangi cahaya natural di luar Gua.

tahura dagoTetap dengan teknik 1 flash, untuk fill in cahaya di wajah subjek foto.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

hutan raya dago

latar belakang batang-batang pohon pinus dan tetep dengan teknik fill in flash.

Foto-foto di atas hanya sampel dari puluhan foto eksplor tahura Dago Pakar…Murah, meriah, indah, alami dan segaaar.

 Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

 

BROMO…bromo

Dulu…kalau googling image “bromo”…sedih banget rasanya. Foto-foto yang muncul bagus-bagus dan indah. Sedih karena, , saya belum diberi kesempatan untuk ke sana.

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, saya berkesempatan ke sana..walaupun waktunya kurang tepat (karena bertepatan dengan liburan idul fitri)…tapi, dari sisi cuaca pas banget, karena masih musim kemarau.

Ternyata, ada beberapa jalan menuju kawasan Bromo. Kami waktu itu naik lewat Pasuruan. Spot yang diantarkan oleh Jeep-2 yang kami (rombongan besar yang menyewa 4 jeep) sewa adalah Pananjakan Dua (dan saya juga tidak tahu…pananjakan satunya di mana..judulnya pasrah saja sama sang sopir). Ternyata, ramainya luar biasa!…saya hanya ikut kemana orang-orang pada berjalan,..dan ternyata menuju ke atas sebuah bukit…setelah sampai di atas, kami duduk diam dan kedinginan!

Nah, di sini baru naluri tukang fotonya muncul. Saya gak mau diam..langsung berjalan dalam gelap dengan bantuan senter, memecah kerumunan orang. Pertanyaan pertama saya adalah “mataharinya muncul dari arah mana”. Setelah jawaban saya dapat. Pertanyaan berikutnya: di sebelah manakah letak “icon” gunung-gunung yang heboh itu berada. Saya juga segera mendapat jawaban…berdasarkan dua info itu…saya mantabkan “posisi” di mana saya akan mengambil gambar.

 

Jangan lupa, tukang fotonya juga selfie dong
Jangan lupa, tukang fotonya juga selfie dong

 

Matahari pun menyundul keluar. Gelap berubah menjadi remang. Suasana dingin mulai menghangat dengan semburan warna oranye sinar matahari….Mulailah: banyak orang berfoto dan mengarahkan kameranya ke arah matahari…semakin tinggi matahari, ternyata semakin sepi tempat saya berdiri. Sebagian besar orang sudah mulai turun dan hanya puas dengan memotret sun rise yang muncul tidak lebih dari 10 menit itu. Saya kaget…kok pada bubar!…padahal ketika matahari sudah agak tinggi (belum sampai jam 6 pagi),…di situlah pemandangan spektakuler pegunungan kawasan bromo menampilkan keindahannya…dan saat itulah,,,saya memotret dengan puas dan dalam kondisi yang sudah lengang….(tips buat anda…gak usah ikut, orang laen..buru-2 turun ke bawah)

 

Sun rise...tanpa flash..akan jadi siluet nih foto
Sun rise…tanpa flash..akan jadi siluet nih foto

 

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

 

fill in flash..membuat subjek foto tampil cerah
fill in flash..membuat subjek foto tampil cerah

 

Baru setelah puas memotret ….turun ke hamparan pasir dan gunung-gunung di kawasan Bromo. Dan ternyata, masih nyaman dan bagus, serta tidak terlalu panas (toh masih jam 7 pagi)…Jadi, mengapa, kebanyak orang begitu terburu-buru meninggalkan Pananjakan?..gak ngerti saya!

 

tidak terlalu siang di area berpasir kawasan Bromo
tidak terlalu siang di area berpasir kawasan Bromo

 

Oh ya lupa…hal penting ketika memotret pemandangan dengan latar depan model ketika di Bromo adalah BAWA EKSTERNAL FLASH yang kuat berikut TRIGGER dan RECEIVERnya. Ini pentiiiiing banget, supaya model kita tercahayai dengan baik. kenapa harus pakai perlatan stobist? agar arah cahaya flash tidak frontal dari depan. Gunakan teknik fill in flash dan jangan lupa, anda juga berhak untuk di foto…hehe. Semoga bermanfaat…

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Hutan Kota Bekasi

Saya sudah tinggal di Bekasi, sejak 1998. Tetapi, kampungan banget. Baru tahu kalau Kota Bekasi ternyata punya hutan Kota. Padahal letak hutan kota tersebut cukup strategis. Berhadapan dengan Kantor Walikota, bersebelahan dengan Stadion Bekasi!

Hanya karena berkeinginan untuk jogging di pinggir Stadion Bekasi yang sudah soft lauching. Saya niatkan untuk berkunjung ke sana, ketika hari libur tiba. Eh,..ternyata awal April 2014, Gor Bekasi belum nyaman untuk arena jogging. Walaupun area pinggir GOR sudah di hotmix, tetapi ternyata belum selesai seluruhnya dan masih banyak puing-puing sisa pembangunan yang belum dibereskan. Tetapi tak apalah, lengkungan atap GOR sudah menjadi suguhan yang menarik dan cukup fotogenik.

Image

Nah, Hutan Kota Bekasi, terletak tepat bersebelahan dengan GOR. Wow…ternyata cukup nyaman untuk berjogging berkeliling area Hutan Kota, yang sudah agak rindang. tersedia track cukup besar untuk berjogging, berjalan atau bersepeda. bahkan disediakan track khusus untuk sepatu roda. Lumayanlah….bisa melihat rindangnya pohon di tengah kota bekasi, yang mulai ramai dengan Mall, apartemen dan perumahan.

Image

Ada, kolam tepat di tengah area hutan kota ini. Terdapat tugu “bambu runcing” berwarna putih yang dibingkai dengan dua tembok yang dianalogikan sebagai potong kertas….satu bercerita kisah peperangan jaman dulu dan yang lainnya bertuliskan potongan puisi chairil anwar…kerawang-bekasi!

 

Pantai Ngobaran, Gunung Kidul-Jogja

Pertama kali masuk area pantai ini, terlihat cukup berbeda dengan pantai-pantai lainnya yang ada di sekitar Gunung Kidul. Perbedaan paling mencolok adalah begitu banyaknya patung-patung batu seperti yang sering kita jumpai di pulau Bali. Eh, ternyata di situ memang sebuah Pura yang dijadikan tempat upacara keagamaan.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Pantai Ngobaran lokasinya berdekatan dengan Pantai Ngerenehan yang menjadi base campnya perahu-perahu tradisional milik nelayan dari desa-desa sekitar. Menurut saya sih, akses paling enak, kalau ingin ke Pantai Ngobaran adalah dari arah Pantai Parang Tritis. Jalannya mulus, lebar dan sepi (saya hari minggu lewat jalur ini, sepiiii sekali) dan pemandangan di sekitar perjalanan sangat indah. Kita menyusur kawasan pantai selatan mulai dari Parang Tritis sampai Panggang. Lalu ambil jalur ke arah Septosari dan selanjutnya tinggal arahkan ke Pantai Ngerenehan dan Ngobaran.

Pantai ini masih sepi pengunjung kalau dibandingkan dengan kawasan pantai Baron, Kukup dan Sundak yang sudah terkenal itu. Tetapi, disitulah nilai tambahnya. Apa enaknya pergi ke pantai dengan pengunjung yang penuh sesak! Oh ya, saking sepinya, sampai-sampai, pos retribusi masuk pantai pun tidak ada penjaganya (mungkin males, menunggu pengunjung yang tak kunjung tiba!). Praktis, cukup bayar uang parkir saja, untuk masuk kawasan pantai ini (Maret 2012).

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Keunikan pantai Ngobaran adalah adanya bukit-bukit batu karang yang buesar dan indah. Kita bisa turun ke dasar bukit karang dan menikmati kerasnya hempasan ombak besar khas pantai selatan ketika menghantam bagian bawah dinding karang. Pantai ini juga memiliki hamparan pasir putih yang lumayan nyaman untuk bermain. Walaupun tidak terlalu panjang (mungkin sekitar 200m), tetapi hamparan pasir putih yang diapit oleh dua bukit karang ini, memberi sensasi tersendiri. Pokoknya, pantai Ngobaran ini, cocok untuk anda yang suka berpetualang ke daerah yang masih eksotis.

Untuk anda yang hobi fotografi. Banyak sekali subjek foto menarik dan dapat dijadikan untuk koleksi foto-foto landscape andalan. Siapkan lensa sudut lebar anda, kalau ingin melahap semua bukit-bukit karang yang ada.  Berjalan menyusur area ini, kita akan menemukan banyak sekali sudut pandang yang indah. Sayang, saya hanya sebentar di sana…tapi walau sebentar, saya sudah merasakan atmosfernya. Pantai Ngobaran ini kelak akan menjadi salah satu pantai andalan di kawasan Jogjakarta untuk para hobies fotografi untuk menghasilkan foto-foto landscape yang indah.

Anda tertarik, segeralah berkunjung ke Pantai Ngobaran…