Arsip Kategori: Pantai

Pantai Gesing..enak masih sepi

Liburan ke Jogjakarta akhir tahun 2015 terasa penuh perjuangan. Bagaimana tidak, terjadi kemacetan yang luar biasa pada tanggal 24 Desember 2015, pada saat keberangkatan kami dari Jakarta.  Rencana jadi molor satu hari. Karena  travel time kami dengan mobil ternyata menyedot kuota 1 hari.

pantai gesing 5

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Trauma kemacetan terus berlangsung selama sampai di jogja. Rencana destinasi mantey (bermain di pantai) di pantai sadranan (wonosari-Gunung Kidul), langsung di coret. Kami cari destinasi mantey yang baru dengan kriteria..tidak macet, tidak terlalu jauh dari Jl.Kaliurang (tempat kami menyewa guesthouse) dan tidak ramai. Beruntung anak saya kuliah di Jogja. Langsung terurai alternatif pantai yang akan dikunjungi. Pantai GESING lah yang kami pilih, karena memenuhi semua kriteria di atas.

ge

Berangkat sudah agak kesiangan, sekitar jam 7 pagi lewat banyak. Langsung rombongan 4 mobil menuju destinasi mantey. Untung pemandunya adalah akamsi (anak kampung sini). Perjalanan menuju pantai Gesing, tidak melewati jalur mainstream. Kami melewati daerah imogiri langsung menuju kecamatan Panggang tempat pantai Gesing berada. Jalanannya mulus, sepi dan asri. Bener-bener seperti imajinasi perjalanan keluar kota. Sekitar 2 jam kurang kami sudah masuk area pantai Gesing,,yang ternyata adalah tempat berlabuhnya perahu-perahu nelayan Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

pantai gesing

Ombak tidak terlalu besar plus pasir putih dan yang penting sepi…jadilah kami mantey di pantai Gesing dengan berpayung ria. Satu lagi hal positif di Pantai Gesing…makan sea food masih murah banget. Saya beli lobster yang sudah tewas dari pemancingnya langsung (1 Lobster besar dan 4 lobster tidak besar) disuruh bayar “sak sak e wae Pak” (harganya terserah saya…!). Karena saya gak tahu,..akhirnya Mas pemancing itu, minta dibayar Rp.30.000 saja untuk lobster-lobster matinya….weeek! Dengan ongkos masak 5 ribu perak…lumayan lah,..kami sudah menikmati lobster goreng yang lezaat. Ikan panggang dan cumi juga murah…wah uenaaak tenaan.

pantai gesing 1

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Ehhh, bicara fotografinya. Karena memotret dalam kondisi siang hari dengan kontras yang tinggi, mau tidak mau saya memakai flash untuk menghilangkan bayangan hitam di wajah. Saya hanya memotret dengan DSLR dan 1 lensa wide 11-16mm plus satu flash yang nempel di bodi DSLR. Hasilnya lumayan lah…

Iklan

Pantai Ngobaran, Gunung Kidul-Jogja

Pertama kali masuk area pantai ini, terlihat cukup berbeda dengan pantai-pantai lainnya yang ada di sekitar Gunung Kidul. Perbedaan paling mencolok adalah begitu banyaknya patung-patung batu seperti yang sering kita jumpai di pulau Bali. Eh, ternyata di situ memang sebuah Pura yang dijadikan tempat upacara keagamaan.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Pantai Ngobaran lokasinya berdekatan dengan Pantai Ngerenehan yang menjadi base campnya perahu-perahu tradisional milik nelayan dari desa-desa sekitar. Menurut saya sih, akses paling enak, kalau ingin ke Pantai Ngobaran adalah dari arah Pantai Parang Tritis. Jalannya mulus, lebar dan sepi (saya hari minggu lewat jalur ini, sepiiii sekali) dan pemandangan di sekitar perjalanan sangat indah. Kita menyusur kawasan pantai selatan mulai dari Parang Tritis sampai Panggang. Lalu ambil jalur ke arah Septosari dan selanjutnya tinggal arahkan ke Pantai Ngerenehan dan Ngobaran.

Pantai ini masih sepi pengunjung kalau dibandingkan dengan kawasan pantai Baron, Kukup dan Sundak yang sudah terkenal itu. Tetapi, disitulah nilai tambahnya. Apa enaknya pergi ke pantai dengan pengunjung yang penuh sesak! Oh ya, saking sepinya, sampai-sampai, pos retribusi masuk pantai pun tidak ada penjaganya (mungkin males, menunggu pengunjung yang tak kunjung tiba!). Praktis, cukup bayar uang parkir saja, untuk masuk kawasan pantai ini (Maret 2012).

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Keunikan pantai Ngobaran adalah adanya bukit-bukit batu karang yang buesar dan indah. Kita bisa turun ke dasar bukit karang dan menikmati kerasnya hempasan ombak besar khas pantai selatan ketika menghantam bagian bawah dinding karang. Pantai ini juga memiliki hamparan pasir putih yang lumayan nyaman untuk bermain. Walaupun tidak terlalu panjang (mungkin sekitar 200m), tetapi hamparan pasir putih yang diapit oleh dua bukit karang ini, memberi sensasi tersendiri. Pokoknya, pantai Ngobaran ini, cocok untuk anda yang suka berpetualang ke daerah yang masih eksotis.

Untuk anda yang hobi fotografi. Banyak sekali subjek foto menarik dan dapat dijadikan untuk koleksi foto-foto landscape andalan. Siapkan lensa sudut lebar anda, kalau ingin melahap semua bukit-bukit karang yang ada.  Berjalan menyusur area ini, kita akan menemukan banyak sekali sudut pandang yang indah. Sayang, saya hanya sebentar di sana…tapi walau sebentar, saya sudah merasakan atmosfernya. Pantai Ngobaran ini kelak akan menjadi salah satu pantai andalan di kawasan Jogjakarta untuk para hobies fotografi untuk menghasilkan foto-foto landscape yang indah.

Anda tertarik, segeralah berkunjung ke Pantai Ngobaran…

Pantai Santolo-Pameungpeuk, Garut

Kalau dengar kata pantai, apa yang terlintas pertama kali dalam pikiran anda? Pasir Putih!!! yah, itu juga yang terlintas di pikiran saya. Pantai Santolo, memberi jawaban itu! Pasir putih, landai, sensasi ombak yang menawan serta ikan bakar yang memanjakan lidah. Saya terkesan dengan hamparan pasir putih yang cukup panjang di pantai santolo. tipe pasir putihnya pun cukup halus dan lembut. Hamparan pantai yang landai, membuat nyaman sekali tidur-tiduran di hamparan pasir. pokoknya dari sisi alami, pantai ini punya potensi yang menjanjikan, sebagai tempat wisata untuk keluarga.

Lepas tol cileunyi, jarak menuju pantai ini sekitar 112 km, terlihat cukup jauh yah! Tapi kalau anda termasuk jenis orang yang “memasukan perjalanan juga sebagai bagian dari wisata”, saya jamin, perjalanan sejauh itu sangat menyenangkan. Akses jalan mulai dari kota Garut sampai Pantai Santolo, sangat baik (aspal mulus dan lebar jalan cukup), hanya sedikit sekali hambatan jalan berlubang atau jalan rusak. Yang paling menonjol dari perjalanan antara kota Garut sampai Pameupeuk adalah kondisi pemandangan kiri kanan jalan yang sangat bervariasi. Kita akan melewati kota-kota kecamatan dengan toko-toko atau pasar yang khas, kawasan hutan, persawahan dan kebun teh.  Mata kita akan disajikan dengan panorama yang memanjakan mata. Bagaimana tidak, kita melintasi bukit-bukit yang asri, sejuk dan tentu dengan sensasi jalan berliku yang menyenangkan. Pokoknya, perjalanan yang menyenangkan deh.

Di kawasan pantai Santolo, seperti kebanyakan kawasan wisata pantai di indonesia, di isi dengan banyaknya rumah makan sea food dan penginapan-penginapan murah meriah. Kalau anda tidak berkeberatan untuk sedikit kepanasan, ada banyak penginapan dengan kelas 50rb s/d 100 rb permalam di sana. lokasi penginapan tepat di pinggir pantai, sehingga dalam tidurpun, anda dapat menikmati deburan ombak pantai selatan yang menggelegar! Wisata kuliner dengan berpuas ria menikmati sea food pun cukup murah…ikan kerapu/kakap/kue sudah dapat anda nikmati sesuai selera anda hanya dengan 60-70rb per kg dalam kondisi sudah matang dan siap santap!!!

Anda bosan dengan pantai dengan pasir putih yang landai?, dengan menyebrangi muara (bayar ongkos perahu 2rb/orang), anda sudah berada di sisi pantai santolo yang berbeda. Di sisi muara ini, pantainya di dominasi dengan karang-karang (pantai karang), sehingga apabila sedang surut, anda bisa bermain ke tengah lautan, melewati karang-karang keras yang ada di sana!…cukup lengkapkan, sajian pantai yang disuguhkan di Pantai Santolo-Pameungpeuk ini!

Spot pantai Santolo sebenarnya cukup bagus untuk anda yang hobi fotografi. pasir putih, karang, ombak, hutan, perahu nelayan, sunset, awan dan banyak lagi…sayangnya pas saya ke sana, cuaca mendung dan hujan. Tapi itu tidak menyurutkan semangat untuk berfoto ria…

Satu catatan negatif saya adalah kebersihan pantai….di sisi paling luar pantai santolo, cukup banyak sampah-sampah plastik dan material sampah lainnya. Tadinya saya pikir pengunjung neh yang paling bertanggung jawab untuk sampah ini. Ternyata, dugaan saya tidak 100% bener. Saya memergoki 2 kali. Para pengusaha restoran dan penginapan di sana, membuang 3 ember sampah dengan santainya di pinggir pantai, tepat di belakang tempat usaha mereka. Mereka buang, dan mempersilahkan ombak, untuk menyeret sampah tersebut di laut (padahal sebagian sampah itu, kembali lagi ke pantai). Mereka menjadikan pantai dan laut santolo dengan pasir putih yang indah itu sebagai TPA (tempat pembuangan akhir) dari sampah hasil proses produksi mereka!!! Saya coba ngobrol dengan mereka,,,di jawab ringan saja, “iya, emang susah pak dibilangin, dan semua orang juga begitu sih pak!!!!”  Wah, kalau tanpa usaha pencegahan bersama, saya takut pantai ini, lama kelamaan menjadi pantai sampah, dan di jauhi wisatawan!!! siapa juga yang rugi kalau begitu???

Mudah-mudahan, kalau anda ke sana, anda ikut mengingatkan mereka untuk mulai mengelola sampah dengan cara yang baik dan benar, tanpa perlu mengorbankan pantai santolo yang indah itu.

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Pantai Pangandaran 2009

DSC_6792

keceriaan di pantai barat pangandaran…pas sunset pula

Juli 2009 lalu saya mengunjungi pantai pangandaran untuk 3 hari 2 malam,,,kesan pertama saya adalah Luar biasa. Kenapa?

1. akses dan kondisi jalan dari bekasi atau jakarta menuju pengandaran relatif bagus… dimulai dari tol dan jalan keluar setelah cileunyi sampai dengan padalarang…jarak tempuh sekitar 350km dr jakarta (waktu tempuh sekitar 7-8 jam) menjadi nyaman-nyaman saja.

2. Pangandaran sekarang sudah menjelma menjadi kota wisata…banyak hotel dan penginapan baru,,,pasar wisata…ditambah kondisi jalan yang relatif mulus di kota wisata pengandaran…tahun 2000 saya terakhir ke pangandaran tidak seperti ini,,,ia telah berubah total…menjadi lebih baik (menurut saya)

3. Sebagai kota wisata, fasilitas dan jasa pendukung sudah memadai,,,untuk yang berduit,,,pilihan eksklusif tersedir…untuk yang pas-pas an,,,pilihan juga banyak tersedia…komplit toh. Sepeda tandem, ATV, motor, banana boat, perahu semua bisa digunakan dan disewa.

4. pencinta kuliner juga bisa memuaskan lidahnya dengan aneka masakan seafood,,,saya malah suka kue rangi (kue tradisional yang terbuat dari tepung, santen kelapa plus taburan gula pasir).

5. Saya baru tahu kalau pangandaran punya dua bibir pantai…Pantai timur dengan ombak yang besar (biasa digunakan untuk banana boat dan sejenisnya) serta Pantai barat dengan kelandaian bibir pantainya serta ombak yang sedang-sedang saja membuat nyaman untuk berenang.

6. ah…pokoknya bagus lah.

DSC_6768

Cagar alam pangandaran…untuk anda yang senang menjelajah.

DSC_6809

pedagang kue rangi,,sedang menunggu pelanggan di bibir pantai barat pangandaran..uenak tenan dan murah.

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Pantai Manuk (Bayah, Lebak)

pantai-manuk

Pantai Manuk, Bayah-Lebak.

Karena liburan lebaran kemaren engga jadi ke daerah bayah, pas ada liburan hari senen di januari 09 ini…langsung bikin rencana cepat…Go to Bayah. Saya ambil rute biasa,,,dari jakarta menuju Serang Timur (lewat tol merak). Lepas tol, langsung menuju Saketi (arah tanjung lesung),,,jalanan masih nyaman dan mulus. Nah, jalur Saketi ke Malingping busyet,,,banyak area jalan yang rusak,,berlubang dan aspalnya sudah hilang ,,berubah menjadi tanah…Ah..kesel juga. Padahal dulu (tahun 2005’an) jalanan masih mulus dan bagus. Pikir-pikir bagaimana ini? bukannya makin membaik,,eh malah memburuk…udah deh perjalanan jadi lemot plus mode hati-hati dipasang. Target jam 5 sore sampai Malingping,,,molor deh! Jam 18’an baru kami masuk malingping….karena ini hanya kota kecamatan,,,tidak ada hotel yang lumayan,,,kita pilih hotel K***N (jalan raya malingping-bayah),,dan ternyata sangat-sangat tidak nyaman…tidak recommended deh…pengen banget buru-buru pagi jadinya. Habis subuh, kami langsung berangkat ke Bayah…Alhamdulillah,,,jalanan malingping bayah,,mulus abiizzz. Jadi deh mode ceria on lagi,,,pemandangan cuantik banget,,,jalanan sepi, suasana pagi, kanan pantai/laut, kiri sawah atau perbukitan…muantap banget. Jalan santai plus kaca mobil kami buka…suegeer.

Setelah berhenti sebentar di salah satu pasar kecil dan makan nasi uduk untuk sarapan…Jam 7’an kita sudah sampai bayah. Sedih juga melihat Bayah…untuk sektor pariwisata, nyaris tidak ada kemajuan, statis dan cenderung menurun. Tapi biarlah, toh dengan seperti ini, Bayah tetap alami.

Kami langsung menuju pantai Manuk, yang ternyata masih seperti dulu,,,pasir putih, ombak yang tidak terlalu besar dan bibir pantai yang panjaaannng….langsung deh…photo-photo dan berenang….tidak ada pungutan biaya sama sekali,,,seperti pantai sendiri ajah..

bayah1

Pasir putih, landai, onbak sedang dan langit biru,,,idealkan

bayah2

Anak-anak maen laksana di pantai keluarga (abis sepi sih)

nelayan-bayah

Seorang nelayan tradisional, sedang menjala ikan..lihat air lautnya bening sekali.

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Pantai Bayah,,,masih alami

bayah1

pantai manuk (bayah) pagi hari,,,langit masih biru dan jernih tanpa polusi

Pantai bayah merupakan salah satu lokasi kunjungan wisata pantai favorit keluarga kami,,,mengapa? banyak sekali alasannya. salah satunya karena banyak bentangan pantai di sekitar bayah yang masih alami dan bersiiiih. Alasan lainnya adalah Perjalanan ke bayah yang sangat menyenangkan. Banyak sekali pemandangan alam yang indah dan beragam, mulai dari perkotaan, pedesaan sampai dengan berjalan melewati persawahan di sebelah kiri dan bibir pantai di sebelah kanan. Sehingga walaupun jarak tempuh dari Jakarta sekitar 3-5 jam tidak terasa melelahkan.

Untuk menuju Bayah,  dari Jakarta kita bisa melalui tol merak dan keluar di serang timur (pandeglang),,,Setelah keluar tol, ikuti saja jalan yang menuju saketi. Di pertigaan saketi, kita harus belok ke kiri  (belokan tapal kuda dan menurun tajam). Nah perjalanan dari Saketi menuju Malingping-bayah,,,asyik sekali,,,Kondisi jalan mulus (terakhir kami kesana tahun 2009, kondisi jalan sudah parah, dan tidak nyaman dilewati untuk mobil dengan ground clearance rendah, seperti sedan!!!), pemandangan selama perjalanan indah sekali, sehingga nyetirnya juga enak. Ditambah lagi kondisi jalan tidak membosankan,,,naik-turun dan berkelok-kelok….wuzzz

(Sy sarankan, kalau mau ke bayah, lebih baik mengambil jalur dari arah pelabuhan ratu. Kondisi jalan mulus (awal  tahun 2009 lho). Dan pemandangannya tidak kalah menariknya. Karena kita akan menyusuri bukit-bukit dengan pemandangan yang indah)*update terbaru.

Selepas Malingping menuju Bayah, kita sudah menghirup aroma laut……perjalanan akan melewati perbukitan dengan pantai berada di sebelah kanan bawah…kita pasti tergoda untuk berhenti dan lihat-lihat dulu,,,,atau bahkan turun ke bawah,,,(karena tidak terlalu jauh, menuju pantainya)….

Dulu setiap ke Bayah, kami menginap di Pondok Arya…tetapi kata temen saya, sekarang penginapan itu sudah tutup…wah sayang sekali…padahal asyik banget. Di Pondok Arya, kita  bisa pilih kamar-kamar atau bungalow yang semuanya menghadap ke pantai dan berjarak hanya 30m saja dengan bibir pantai….tetapi, tidak apalah, toh masih ada penginapan lain kok….

Dari sekian banyak bentangan pantai di sekitar Bayah, Pantai favorit kami adalah Pantai Manuk,,,,bentangan pasir putih yang landai dan cukup panjang,,sangat asyik buat bermain. Ombak Pantai Manuk cukup besar khas laut selatan…pantai ini juga dijadikan tempat pelelangan ikan oleh para nelayan setempat, sehingga di pinggir Pantai Manuk akan ditemukan beberapa perahu nelayan tradisional yang sedang parkir…dan itu objek foto yang menarik kan!

Untuk anda yang masih mau berpetualang lagi, setelah puas dan bermalam di Bayah,,,anda bisa melanjutkan perjalanan dari bayah menuju pelabuhan ratu….wah perjalanannya dijamin mantabs dan menantang,,,bayangkan kita berjalan di atas bukit dan menyusur pantai…saking menantangnya, kondisi jalanannya kurang bersahabat bagi anda yang membawa mobil jenis sedan (itu kondisi tahun 2005_awal tahun 2009 kondisi jalan sudah mulus)……sehingga jarak 25km dari bayah ke sukabumi  bisa lebih dinikmati lagi, tanpa diganggu oleh kondisi jalan yang rusak (eh…maksudnya kurang bagus)

bayah2

pasir+karang, perpaduan yang indah,,,ada di Pantai Bayah

Kebanyakan tipe pantai di bayah berupa karang dan pasir,,,jadi kita akan sering sekali menemukan nelayan yang sedang memancing dengan joran yang panjang-panjang banget…atau nelayan yang membawa jaring berbentuk lingkaran untuk menangkap lobster..sehingga kebayangkan freshnya santapan hasil laut di sana..

senja-di-bayah

Senja di pantai bayah (di dalam area penginapan Pondok Arya)

Kebanyakan pantai-pantai di Bayah, masih alami, sepi, bersih dan tentunya “tidak terlalu komersial”. Jenis pantainya pun beragam. Ada pantai dengan karang-karang yang kokoh, sehingga kita bisa berada di jauh dari bibir pantai dengan aman. Ada pantai dengan pasir putih yang kasar dan halus, jadi cocok buat anak-anak bermain. Ada juga pantai dengan perpaduan antara pasir dan karang, ini yang asyik,,,bisa main pasir di pantai tanpa basah-basahan. Nah, kita tinggal pilih saja, jenis pantai seperti apa yang mau kita jelajahi. So, tak ada salahnya kalau dicoba, untuk berpetualang bersama keluarga di Bayah.

bayah

Air laut yang jernih, plus langit biru….terapi buat mata agar rileks…ada di pantai bayah

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Pantai Krakal nan eksotik

Pantai Krakal terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari-Wonosari, sekitar 3 km di sebelah timur dari deretan Pantai Baron-Kukup-Sepanjang-Drini dan merupakan pantai terpanjang dibanding pantai lainnya dengan bentangan pasir putih yang landai. Indahnya hamparan hijau perbukitan kapur dengan air laut yang berwarna biru menyajikan suatu harmoni yang sunguh asri, sangat ideal untuk menikmati hangatnya sinar matahari…

Perjalanan menuju Pantai krakal dari kota jogjakartapun sangat menyenangkan…dimulai dengan melewati perbukitan petruk (benar engga yah namanya),,,,kami sempet berhenti di area perbukitan ini dan foto-foto dengan latar belakang kota jogja dari atas (bener enggak yah,,dibawah itu kota jogja)….tapi pemandangannya top markotop deh…setelah itu jalan terus menuju wonosari dengan kondisi jalan yang agak kecil, tetapi mulus.

avi-bukit-petruk

foto dari atas bukit petruk

Mememasuki kawasan pantai ini, kita diharuskan membayar restribusi (untuk masuk beberapa wisata pantai sekaligus” Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak”) yang kalau tidak salah biayanya masih cukup terjangkau lah……Kalau anda lapar dan ingin menikmati seafood yang murmer,,,mampir dulu ke pantai baron,,,di sana banyak nelayan yang jualan hasil laut tangkapannya, setelah transaksi tawar menawar selesai,…langsung bawa hasil laut itu ke warung-warung yang berjejer di sana, untuk mengolahnya menjadi sea food yang siap santap….harganya masih relatif murah…sehingga makannya pun uenak,,,nyam-nyam…,,fresh sea food.

Menuju Pantai krakal,,,kita harus melanjutkan perjalanan yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pantai baron….lokasinya memang agak terpencil dari deretan pantai yang ada…tapi di situlah nikmatnya,,,seolah-olah punya private beach…apalagi kalau liburannya pada saat hari kerja…sepi tak ada orang lain, sehingga sepertinya suara deburan ombak begitu terdengar dramatis dan luar biasa…dan tentu akan kita dengan jelas suara merdu dari canda tawa keluarga…auw,,,hi..hi..aduh,,,gleppp (air masuk ke mulut)….

Anak-anak enjoy berinteraksi dengan alam…saking sepinya, seperti private beach deh…

Ketika berkunjung ke Pantai Krakal, kami bermalam di salah satu penginapan yang sangat-sangat sederhana,,,lokasinya strategis tepat dipinggir pantai banget,,….dan bener-bener natural,,,tidak ada listrik!!!  sebenarnya ketika masih siang sampe sore,  tidak masalah., tetapi ketika malam tiba, baru deh terasa naturalnya, kamar hanya bercahayakan lampu koboy…wah seruuuuu dan untung kami bawa lotion anti nyamuk sehingga karekter naturalnya tidak bertambah dengan “berperang melawan nyamuk”. Pantas saja harga sewa kamar ukuran 3X3m2 hanya dibandrol Rp.60rb (tahun 2006)…Bagaimana, berani coba?

pantai-krakal1

serasa “private beach”..cuman kami sekeluraga saja…asyikan.

krakal

stress release, terapi pasir putih….nyanteiiii serasa pantai pribadi

Jadi, kalau anda berlibur ke Yogyakarta, tidak ada salahnya mampir ke kawasan pantai-pantai eksotik ini.

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com