Arsip Tag: biker

Cibening Adventure Trail (CAT)

Setelah beberapa bulan bersepeda dengan trek-trek masuk dan ke luar kampung, akhirnya, sampai juga! Ketemu trek yang memanaskan adrenalin! trek turunan yang menciutkan nyali.

Bang Ares, salah seorang Marshal CAT

Bermula dari berkenalan dengan Kang Aris dari Roger Bagen (ayahnya teman sepedahan anak saya), jadi deh Gowes Bareng di Cibening Adventure Trail (CAT) atau ada juga yang menyebutnya dengan Cibening Bike Park. Ternyata saya datang ke CAT dengan aktivis sepeda yang sudah berpengalaman untuk trek-trek khusus seperti itu. Jadi, walaupun ngeri! karena dipandu oleh ahlinya, jadi deh, diberani-beranikan walaupun agak ngeri!

Salah satu turunan teknis di CAT, yang setelah melewatinya kita harus ttb ke atas!

Tiba di basecamp CAT yang terletak di pinggir jalan setu-serang cikarang! Sudah ada mading yang memaparkan secara singkat apa saja yang tersedia di CAT (termasuk peringatan “hati-hati”, karena ada serangkaian foto biker yang luka-luka ringan karena terjatuh!) wuiiih, jadi penasaran plus agak ciut! (maklum, sy benar-benar pemula dalam bersepeda, apalagi untuk trek-trek off road). Setelah briefing mengenai kondisi trek dan teknik-teknik dasar bersepeda di turunan dan diakhiri dengan berdoa,…gowes di CAT pun di mulai!

Kang Aris, bisa santey melahap Turunan Songong

Setelah beberapa menit melintasi perkampungan, turunan Bambu sudah terpapar di depan mata! Turunan pertama yang berada di tengah kerimbunan pohon bambu ini, langsung menciutkan nyali euy…! Kemiringan sekitar 60 derajat dan panjang sekitar 10 meteran, tapi diakhiri dengan turunan pendek tapi lebih curam! Kami berhenti untuk menurunkan seat post (batang sadel) agar sepeda lebih mudah dikendalikan pada kondisi pelan (kaki bisa menginjak tanah ketika sepeda berhenti). Berbekal nyali dan teknik mengerem yang pas-pasan serta sepeda XC hardtail standar (fork depan travel 100mm), alhamdulillah, sy bisa melewati turunan bambu ini walaupun dengan ngeri dan tergopoh-gopoh!

Turunan Jumanji….perlu nyali dan teknik!

Lepas dari Turunan Bambu (yang ternyata, banyak juga biker yang terjerembab di sini! terutama pada turunan terakhir yang agak curam), kami langsung menyusuri jalan setapak di area pinggir kampung. Tidak lama kemudia, turunan Sopan dan Songong sudah menanti! Turunan sopan agak panjang tetapi landai, sehingga nyali tidak terlalu ciut! di sebelahnya ada turunan songong, yang lurus, pendek dan curam! hmmm, sy tidak punya nyali untuk mencobanya! Di bawah turunan ini sangat istimewa, karena ada penjual es kelapa muda dan ada spot yang pas, bagi biker yang suka terbang dengan sepedanya. Cocoklah, minum kelapa muda sambil nonton biker yang pada terbang di depan mata!

Ada spot untuk terbang di akhir Turunan Sopan

Berikutnya ada turunan yang teknis (berkelok-kelok)(sy lupa namanya apa turunan itu)! hahaha,,,sy langsung skip turunan ini! turunan teknis ini bukan bagian dari trek, sehingga biker yang turun harus naik lagi dengan menuntun sepeda (ttb) ke atas kembali. Satu trek yang saya suka di CAT adalah lorong naga! ini trek turunan agak panjang dan landai di pinggir perkampungan dengan kanopi rumpun bambu yang lebat! Jarak atar biker harus agak jauh, karena kecepatan sepeda agak tinggi di turunan ini! Lepas dari lorong naga, ada turunan pendek, curam dan licin karena remah-remah tanah merah. Sepeda saya terguling di sini, untung sayanya tidak terguling! karena sudah dibrief, kalau terjatuh, lepas saja sepedanya, dan itu yang saya lakukan!…mantabs!

Mau tak mau harus ttb untuk naik keatas!

Yuuk belajar fotografi yang efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di  fotoindah.com

Turunan terakhir adalah turunan jumanji! lumayan sulit (curam, berkelok tajam di akhir turunan)! hmmmm, nyali saya masih tidak cukup untuk melahap turunan ini dengan sepeda! walhasil, dengan alasan dokumentasi!,,,saya bagian motret ajah deh!!! hehehe! Tapi, Insya Allah, sy akan mencoba turuni Jumanji yang menantang ini!

Setelah, melewati berbagai macam jenis trek yang menantang dan asyik ini, tak terasa kami telah menempuh trek CAT sejauh 15 km sampai kembali lagi di basecamp. hmmm…, saya pikir 1 atau 2 kali ke CAT belum cukup neh! perlu berapa kali yah, untuk memupuk nyali dan mengasah skill agar bisa melahap semua turunan dengan nikmat dan selamat!

Berkreasi dengan SILUET

Menghasilkan siluet dengan kamera digital sangat mudah sekali! tinggal arahkan kamera ke sumber cahaya, maka subjek foto akan tampil hitam legam dan muncullah siluet itu. Memotret siluet menjadi agak sedikit menantang, apabila kita sudah mempunyai konsep dan ingin menampilkan hasil foto kita sesuai konsep yang kita inginkan. Apalagi, memotretnya out door, karena sumber cahaya tergantung ketersediaan di alam, misalnya cahaya matahari. tetapi, hal yang manantang itulah yang membuat fotografi menjadi hobi yang banyak digandrungi orang saat ini.

Saya lebih menyukai memotret siluet pada pagi atau sore hari, karena cahaya matahari tampil lebih lunak dan bauran warna cahayanya sangat indah. apalagi kalau kita lagi beruntung, pendaran cahaya matahari sunset atau sunrise bisa menampilkan paduan warna-warna hangat yang indah sekali.

Subjek foto untuk siluet sangat luas sekali….bisa dibilang, apa saja bisa dijadikan subjek foto kita! kita tinggal memikirkan komposisi dan thema yang mau kita sajikan.

Untuk pemrosesan pasca memotret di lapangan, saya lebih menyukai dengan hanya menambahkan kontras dan sedikit saturasi pada hasil foto agar kesan siluetnya terlihat jelas dan indah.

Yuuk belajar fotografi yang efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di  fotoindah.com

wah, ternyata mudah bukan membuat foto siluet, mengapa anda tidak mencobanya!

Danau Cibeureum Grand Wisata Tambun

“kayak luas banget yah…danaunya”

Anda yang suka bersepeda dan tinggal di daerah Bekasi dan sekitar, mungkin kenal dengan danau cibeureum. Luas danau ini sebenarnya kecil saja, tapi kalau dibilang kolam atau empang akan terlalu besar. Danau kecil ini terletak persis di belakang perumahan Grand Wisata. sehingga relatif mudah diakses oleh siapa saja yang ingin ke sana. Di sekitar danau, masih terhampar tanah merah lapang yang ditumbuhi alang-alang,…sehingga, lengkaplah kawasan ini menjadi tempat singgah untuk refresh, memotret, bersepeda, memancing atau hanya sekedar menikmati udara perkampungan.

” di bawah rerimbunan pohon itu lah para pesepeda nyantei”

Sepanjang pinggir danau ini, kalau hari libur, biasanya penuh dengan para pehobi sepeda. Warung-warung di sekitar danau dijadikan shelter oleh para pesepeda untuk sekedar melepas lelah sambil menikmati minuman dan kudapan. Si empunya warung juga cukup akomodatif, karena mereka menyediakan “sandaran” khusus untuk parkir sepeda MTB.

“lonely island”

Danau ini tidak dalam. Ketika kemarau panjang, danau ini pernah kering kerontang dan ditumbuhi rumput dasar danaunya. Tidak jauh dari pinggir danau, ada beberapa daratan kecil yang ditumbuhi rumput. Dan saya tertarik pada satu daratan kecil yang diatasnya tumbuh pohon yang agak besar…Nah, ini yang jadi tantangan saya untuk memotretnya. dataran itu tampak biasa, tapi, itulah tantangannya. Bagaimana membuat yang biasa itu menjadi luar biasa! Saya sudah banyak sekali mengeksplor dan memotret “pulau kecil itu”…hasilnya bikin penasaran terus!!

Yuuk belajar fotografi yang efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di fotoindah.com

“lonely island part-2”

Untuk motret di danau ini, simpel saja. Kalimat kunci nya adalah “pagi hari dan udara sedang cerah”. Kalau anda beruntung dapat kondisi itu,…memotretnya jadi lebih mudah! tinggal siapkan kamera dan cari sudut pandang yang cantik menurut anda. Masalah pencahayaan tidak usah pusing, gunakan mode landscape ajah!

Ok, mari bersepeda, menikmati alam pedesaan, menikmati danau dan memotretnya….hmm