AUTO MANIA dalam Fotografi


Perkembangan teknologi “hardware dan software” fotografi sangat luar biasa sekali. Diiringi dengan harga yang relatif terjangkau, jadilah..”fotografi menjadi gaya hidup”. Bagaimana tidak, lihat saja aktifitas memotret bisa ditemukan hampir di mana dan kapan saja serta oleh siapa saja. Sepertinya, orang sekarang. tidak mau ada momen yang hilang tanpa terekam dalam hasil foto.

Kalau sudah begini, biasanya “orang yang agak serius dalam fotografi”,  mulai memisahkan diri. Tidak mau dong disamakan dengan khalayak ramai. “DSLR” menjadi penanda awal bahwa seseorang punya identitas khusus dalam fotografi. Kenapa DSLR? karena bentuknya memang seperti gambaran otak mengenai “kamera” yang sesungguhnya. Smartphone walaupun mempunyai kemampuan memotret canggih dengan 16mega pixel, tetap saja, ia adalah handphone (walaupun harganya di atas DSLR). Dan anggapan orang banyak, bahwa mengoperasikan DSLR itu, tidak asal jepret saja!

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Tantangan muncul, ketika mulai mengoperasikan DSLR. Secara umum, ada dua pilihan besar ketika mengoperasikan DSLR. Manual atau AUTO. Manual berarti pencahayaan diatur oleh pemotret. Auto berarti pencahayaan diatur oleh kamera (bisa dalam bentuk mode P, A atau S/Tv)….Manual dianggap susah dan kuno. Lha, teknologi sudah tinggi, dan sudah tersedia banyak pilihan auto di berbagai kondisi pencahayaan. Sehingga muncul pembelaan para AUTO MANIA, “ngapain, ngatur-ngatur pencahayaan secara manual, wong sudah cangging,,tugas kita itu mengatur komposisi, FL dan sebagainya….Hehehe….saya setuju!

keladiFoto ini pakai mode A

Hanya saja karena asyik berauto, kadang-kadang kita susah belajar untuk merencanakan dan menghasilkan foto indah. Membuat foto yang indah menjadi “kebetulan”. kadang bagus-kadang jelek! Sekali lagi, Auto itu berarti pengendalian pencahayaan diserahkan hampir sepenuhnya pada kamera, pemotretnya hanya sebagai pencari objek foto. Padahal pencahayaan adalah unsur penting dalam fotografi dan seharusnya bisa kita kendalikan.  Keahlian mengendalikan pencahayaan ini yang biasanya menjadi pembeda kualitas “seorang fotografer”.

DSC_6324Foto ini mode Manual

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Definisi jaman dulu bilang bahwa Fotografi adalah melukis dengan cahaya….dan itu masih relevan hingga saat ini. Sehingga walaupun AUTOMANIA mungkin perlu jugalah kita belajar komponen-komponen pengatur pencahayaan dalam fotografi. Data exif sebuah file foto toh tetap menunjukkan parameter pencahayaan (ISO, Aperture dan speed) yang juga dipakai kalau kita menggunakan manual.

Sayapun sering menggunakan setting A atau S, kalau memang kondisi pemotretannya lebih menguntungkan dari pada setting Manual. Pisss, terus memotret.

One thought on “AUTO MANIA dalam Fotografi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s