Tips melihat versi fotografi


Anda pernah hunting foto bersama teman-teman atau komunitas foto? Kalau anda sudah pernah, pasti sudah terbayang serunya memotret bareng-bareng dalam satu habitat yang homogen. Setiap peserta hunting foto, membawa peralatan foto dan dengan serunya memotret setiap subjek yang menurutnya kelak menjadi hasil foto yang menarik, bagus dan indah.  Satu hal yang unik dan pasti terjadi adalah: setiap orang yang memotret akan menghasilkan karya foto yang berbeda. perbedaan ini bisa terjadi dengan berbagai macam sebab. Mulai dari setting pencahayaan, sudut pengambilan foto, lensa yang digunakan dan masih banyak lagi parameter yang membuat setiap karya foto menjadi unik. Salah satu trigger atau pemicu yang signifikan timbulnya perbedaan tersebut “teknik melihat” sang fotografer. Karena, sebelum mengambil keputusan untuk memotret, tentu sang fotografer sudah melihat dulu dan mengolah informasi yang dilihat tersebut dalam memori otaknya. Sehingga akan terbayang, hasil foto seperti apa yang nantinya ia harapkan. Artinya, teknik melihat menjadi input yang penting dalam menghasilkan karya foto.

Menurut saya sih, belajar dan merenung lebih dalam mengenai seni melihat versi fotografi menjadi penting sekarang. teknologi digital sudah membuat urusan teknis motret memotret menjadi lebih mudah dan canggih. Tetapi, teknik melihat tidak bisa digantikan dengan canggihnya kamera ataupun aplikasi pengolah foto. Semua input hasil foto digital kita, pasti bermula dari “apa yang kita lihat”. Karena kenyataannya, apa yang terlihat indah ketika kita lihat dengan mata, bisa menjadi “biasa saja” ketika sudah menjadi hasil foto. Atau sebaliknya, ada subjek yang terlihat biasa saja, tetapi dapat menjadi hasil foto yang indah.

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Nah, kali ini, saya mau sharing mengenai beberapa hal penting untuk meningkatkan keahlian kita melihat versi fotografi. Kenapa versi fotografi? karena kita ingin apa yang kita lihat bisa langsung kita terjemahkan dalam bingkai foto.

Mata jauh lebih canggih dari pada Kamera dan Lensa

Ini dalil utama yang harus ditanamkan. Mata kita dapat dengan mudah dan sangat cepat melakukan penyesuaian secara otomatis. Mata secara otomatis melakukan penyesuaian terhadap fokus, kontras, perspektif dan parameter lainnya. Hal lainnya adalah Mata saat melihat “sesuatu”, ia langsung terkoneksi dengan panca indera lain, seperti kesejukan, panas, aroma, basah dan kering dan seterusnya. Artinya, ketika kita memandang indahnya aliran sungai disebuah lembah yang berhawa sejuk. Saat itu, semua keindahan yang dilihat sudah bercampur dengan suasana yang langsung kita rasakan.

Image

Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com

Nah, hal-hal di atas tidak bisa dilakukan oleh Kamera dan Lensa secara langsung. Itu sebabnya, kadang maksud hati mengabadikan suasana “pemandangan yang asri dan sejuk”, eh hasil fotonya malah terlihat “kering dan panas”. Kadang kita melihat “subjek foto yang unik” dengan mata telanjang. eh, pas di foto, hasilnya tidak sedramatisir ketika kita melihat langsung, karena “subjek foto kita” tidak tampil menonjol dan kalah dengan latar belakangnya yang sembrawut. Waktu kita melihat langsung, latar belakang terlihat baik-baik saja, karena mata saat itu langsung “fokus” dan menjadikan bokeh latar belakangnya,  ditambah lagi, perhatian kita memang ditujukan pada “subjek tersebut”.

Image

Pesan moralnya, jangan terlalu emosional ketika akan memotret, “hanya karena mata memberi sinyal bahwa subjek terlihat luar biasa”. Berfikir cepat bahwa mata kita lebih canggih dari kamera & lensa. Sehingga, mulai direncanakan dengan cepat, apa yang harus dilakukan agar “subjek” tetap terlihat indah dibingkai foto nantinya. Apa yang ingin ditonjolkan? setting pencahayaan mau bagaimana? sudut pengambilan gambar terbaik ada di mana? arah cahaya dari mana? dan seterusnya.

Image

Terlihat ribet? memang harusnya seperti itu. Hanya saja, kalau kita sudah terbiasa dengan aturan pertama ini. Lama-kelamaan proses yang ribet ini akan terlihat mudah, cepat, dan otomatis hal tersebut menjadi Standard Operating Procedure kita ketika memotret.

Semoga bermanfaat dan terus memotret..

One thought on “Tips melihat versi fotografi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s