Gowes sambil hunting foto!


momen yang jarang kan! MTB dan full jersey di pinggir sawah

Bersepeda atau Gowes (mengkayuh sepeda) memang satu alternatif olah raga yang selalu digemari dari masa ke masa. Bagaimana tidak, bersepeda sudah diperkenalkan kepada kita sejak kecil dulu! dan itu terulang sampai saat ini. Orang tua sekarangpun memperkenalkan dan mengajarkan cara bersepeda kepada anak-anaknya. Uniknya, sekali kita bisa bersepeda roda dua, memori mengatur keseimbangannya tidak hilang. Walaupun sudah berpuluh-puluh tahun tidak bersepeda, kita akan langsung bisa bersepeda begitu kesempatan itu ada!

Ini momen keberuntungan, dan jalur sudah dilewati berkali-kali baru dapet ROL seperti ini

Ditinjau dari sisi pergerakan anggota tubuh. Olah raga bersepeda relatif komplik. Yang paling utama tentu kaki , karena perangkat kakilah yang mengayuh pedal sepeda agar bisa berjalan. Lalu tangan yang mengatur kendali handle bar (stang)  dan tempat bertumpu sebagian beban tubuh. Badan hingga kepala, secara aktif juga ikut bergerak dan berkontraksi sesuai gerakan kaki dan tangan, jadi secara umum, bersepeda adalah olah raga yang komplit! Dan satu kelebihan sepeda dari jogging atau olah raga yang ada lari-lari/loncat lainnya adalah bersepeda tidak menimbulkan beban benturan di dengkul karena harus menahan beban berat tubuh. Untuk anda yang sudah berumur 40 tahun ke atas, gowes sangat direkomendasikan, dibanding olah raga high atau low impact lainnya, karena kemampuan dan kelenturan sendi dengkul anda sudah mulai menurun untuk menahan beban berat tubuh.

buat bukti keberanian,…hehehe

Nah, dikaitkan dengan hobi fotografi, ternyata bersepeda nyambung sekali. Apalagi kalau kesukaan gowesnya adalah cross country atau apapun itu yang bersifat menjelajah suatu daerah/bukit/gunung/perkampungan. Bisa dibayangkan, akan banyak sekali subjek-subjek foto menarik yang berlebel “nature”. Saya yakin, kita di Indonesia, masih punya banyak sekali potensi jalur-jalur alam yang safe untuk dilalui oleh sepeda sekaligus menyediakan subjek foto yang top pula. Dan uniknya, jalur-jalur sepeda hampir bebas akses (lebih banyak dibatasi oleh kemampuan dengkul dan skill bersepeda kita). Kita bisa menerobos jalan-jalan setapak, galengan sawah, sungai dangkal, masuk dan keluar kampung/pinggir-pinggir rumah/ kebun penduduk. Jalur itu agak sulit dan sungkan kalau kita menggunakan alat transportasi lain. Sampai-sampai ada jargon, “tidak ada istilah nyasar kalau bersepeda”!!! kita bisa lewat jalan cacing bukan jalan tikus lagi!

Gowes sore, dapet bonus sunset!

Gear yang dibutuhkan untuk gowes sambil hunting simpel ajah kok. Yang jelas ada sepeda MTB (mountain bike) yang nyaman untuk kita kendarai (saya senang menggunakan MTB fulsus/yang ada suspensinya di garpu depan dan di rangka belakang). Tas punggung (back pack) untuk membawa peralatan memotret. Bawa perlengkapan yang ringkas saja, misalnya 1 DSLR dan 1 lensa zoom vario (sy biasa bawa salah satu lensa kepunyaan saya 24-50mm atau 11-15mm atau 80-200mm). Dan jangan lupa membawa perlengkapan standar lain untuk gowes, seperti helm, air minum, sarung tangan dan bersepatu.

Dokumentasi Gowes Bareng

Langkah selanjutnya hanya “pasang mata” untuk menentukan spot-spot foto yang menarik dan indah menurut anda. Spot ini bisa apa saja: orang (pesepedanya), bangunan, pemandangan, pattern, sinar/cahaya, mahluk hidup lain, kegiatan masyarakat sekitar dan banyak lagi deh. Kuncinya, “latih dan biasakan mata kita” untuk dapat menemukan spot atau subjek foto yang indah. Biasanya satu kali kunjungan atau jelajah trek belum cukup untuk menggali keindahan sepanjang jalur itu secara optimal.  Semakin sering anda lewati dan kenali, anda akan semakin tahu spot-spot indah daerah tersebut dari sisi fotogeniknya.

Aktivitas masyarakat juga bisa jadi subjek yang fotogenik

Waktu yang ideal gowes pas sekali dengan waktu ideal foto outdoor, yaitu: pagi dan sore hari! Bayangkan kalau gowes pagi hari: udara masih segar, matahari lagi berwarna hangat, bayangan matahari jatuh miring, lingkungan masih segar, andanya pun masih segar…jadi potensi menghasilkan foto yang indah besar sekali!

Tidak ada subjek foto lain, sepeda sendiri pun jadi!

Yuuk belajar fotografi yang efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di  fotoindah.com

Oh ya, satu pesan saya. Kalau mau gowes sambil hunting foto, sebaiknya anda gowes solo (sendirian) atau seandainya Gobar (Gowes Bareng), pastikan teman-teman anda tidak bete, karena harus sering menunggu anda, yang sebentar-sebentar berhenti untuk memotret! atau pastikan teman gowes anda juga hobi foto,..itu yang ideal!

One thought on “Gowes sambil hunting foto!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s