Bermandikan Cahaya


Kalau saya tidak salah, hampir semua (atau bahkan semua) hobies fotografi, pengeeeen sekali memotret outdoor dengan suasana pagi yang cerah, sedikit berembun, sehingga cahaya matahari yang  masuk dari celah-celah pepohonan terlihat laksana garis-garis khayal yang indah!…betul ngga, hipotesis saya?

kesan yang timbul romantis banget ya gan…

Garis-garis cahaya matahari yang menembus kabut tipis itu memberi kesan dramatis pada foto kita! karena kontras antara cahaya dengan bayangan memberi kesan, seolah-olah ada keajaiban di sana!..weleh-weleh-weleh, hiperbolik banget!

Sepeda Onthel

Nah, ketika hujan turun di malam hari dan pagi harinya saya lihat udara cerah. Feeling saya mengatakan, akan ada banyak garis-garis cahaya di kampung sekitar rumah saya neh! Langsung deh, dengan semangat membara dan keyakinan akan menemukan garis cahaya yang spektakuler…meluncurlah saya dengan MTB kesayangan plus membawa gear minimal saja (1 DSLR dan Lensa 24-50mm).

judul nya “my lonely bike”

Alhamdulillah, ternyata benar! baru masuk area kampung dengan setting pepohonan yang rimbun…slongsongan garis-garis cahaya terlihat di mana-mana! Mata langsung jelalatan, mencari cari dan terus mencari, area yang paling fotogenik!…Aha, ketemu! tapi spot itu ada di tengah kebon orang dengan semak liar yang agak mengkhawatirkan! Setelah observasi sebentar!…Go!!! dan inilah beberapa foto-foto nya.

Teknik fotonya biasa ajah, Gunakan manual setting dan lakukan bracketing, Itu saja!

Yang penting adalah kita harus mencari sudut pandang, sedemikian rupa sehingga, garis-garis cahaya itu bisa terlihat jelas. Karena, beda sudut pandang sedikit saja, bisa jadi, garis-garis cahaya itu tidak terlihat!

Bermandikan cahaya

Yuuk belajar fotografi yang efektif?  Saya sudah buatkan khusus untuk anda, lihat caranya di  fotoindah.com


2 thoughts on “Bermandikan Cahaya”

    1. sebenernya untuk efek cahaya seperti ini, yang terpenting adalah posisi memotretnya. untuk F, pastikan saja ruang tajamnya cukup sesuai yang kita inginkan. semua foto diatas, F bukan faktor penentu, saya menentukan speednya dulu (1/50 detik) supaya foto tidak blur, lalu F nya mengikuti….Aperture foto-2 diatas sekitar 5,6 s/d 9 Pak Taufiq.
      tks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s