Bahasa Fotografi…


Latar belakang blur, adalah bahasa fotografi yang berarti ada jarak antara subjek dengan backgroundnya.

Sadar atau tidak sadar,  ternyata ada bahasa gambar dalam fotografi yang telah disetujui oleh hampir semua orang. Bahasa ini persis seperti bahasa indonesia atau bahasa lainnya. Bahasa yang disusun dari huruf lalu menjadi kata, kalimat, paragraf dan akhirnya menjadi cerita yang bisa bermakna dan dibaca. Hanya bedanya, kalau bahasa fotografi dibuat dalam bentuk gambar yang bisa terdiri dari banyak  elemen, misalnya:  warna , cahaya, grafis atau tampilan hasil foto karena pengaruh pengaturan speed, aperture atau ISO.

tembok jalan dan ibu yg terlihat punggungnya, memberi kedalaman dan cerita bahwa ia sedang berjalan

Elemen warna, dalam bahasa fotografi menunjukkan “mood” atau perasaan.  Misalnya, warna merah memberi kesan panas. Warna hijau atau biru memberi kesan kalem dan damai. Warna hitam memberi kesan misterius dll. Cahaya juga seperti itu. Cahaya yang terang memberi arti kejelasan dan ingin menonjol. Cahaya yang redup, memberi kesan suram dan loyo.Elemen grafis yang dapat berupa garis, pola dan bentuk atau elemen lainnya biasanya memberi perspektif (kedalaman/efek tiga dimensi) pada hasil foto kita yang sebenarnya hanya gambar dua dimensi. Sehingga dengan pengataruan elemen grafis ini, hasil foto dapat menjadi rangkaian cerita yang bisa dibaca oleh orang lain yang melihat foto kita.

Perbandingan ukuran, memberi kesan jarak dan dominasi warna biru memberi kesan santai dan kalem.

Bahasa fotografi lainnya adalah bahasa yang diciptakan karena teknik foto itu sendiri. Misalnya subjek foto yang blur, memberi makna bahwa subjek tersebut bergerak.  Latar belakang yang blur memberi kesan bahwa ada jarak antara subjek dengan latar belakang. Hasil foto dengan teknik panning, memberi kesan seolah-olah subjek foto sedang bergerak dengan cepat. Foto dengan ruang tajam yang luas, memberi makna kejelian, ketelitian dan kejelasan.

subjek dan latar belakang yang blur,,,menceritakan adanya pergerakan di dalamnya.

pemilihan sudut pandang dan lensa, bisa mempengaruhi cerita fotografi kita…

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Dan sejatinya, masih banyak lagi bahasa fotografi yang bisa disampaikan oleh juru foto (aelah,,,istilahnya juru foto!!!). Tugas kita lah yang merangkai bahasa-bahasa fotografi itu melalui pengaturan sudut pandang, perspektif, teknik foto, penentuan lensa dan lain-lain, Agar, pemirsa foto kita memahami cerita yang ingin kita sampaikan melalui karya foto kita. Jangan sampai, maksud hati ingin cerita mengenai ramai dan riuhnya acara ulang tahun, tapi gambar yang ditampilkan hanya kerumunan orang yang tampak  punggungnya saja !!! bisa jadi “jaka sembung makan combro- ngga nyambung bro”…hehe

kalau foto ini cerita apa yah?

Mau belajar fotografi murah dan efektif? kunjungi portal fotografi saya di fotoindah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s