Dari Mata Turun Ke “hasil foto”


Aktifitas memotret, biasanya dimulai dari bayangan atau angan-angan kita ingin menghasilkan foto seperti apa….atau kadang-kadang malah spontanitas, dari apa yang kita lihat, langsung dipotret. Apapun stimulannya, tetap saja, mata kita sebagai indera untuk melihat punya peran yang sangat penting dalam menentukan keputusan untuk memotret.

(bunga rumput kering…bagus dilihat mata,,,bagus juga ketika di potret)

Permasalahan yang sering terjadi adalah apa yang kita potret kadang hasilnya tidak seperti yang kita lihat. Kalau hasil lebih indah, kita senang, tetapi kalau hasilnya tidak indah, kita bertanya-tanya. Apanya yang salah? cara kita melihat ! atau cara kita memotret! atau kamera kita yang bermasalah !!!

Memang tidak bisa dipungkiri. Cara mata melihat dengan cara lensa atau kamera merekam gambar pasti berbeda. Mata kita memang sudah dirancang sedemikian canggihnya. Mata  bekerja otomatis dalam mengatasi kontras cahaya, memfokuskan dan mata juga punya persepsi atas sesuatu benda sesuai memori yang terekam di otak kita. Sudut pandang mata kita memang terbatas, tetapi dapat dengan cepat kita menengok ke kiri, ke kanan, ke atas atau ke belakang tanpa mengurangi kualitas kontras, cahaya dan fokus dari apa yang kita lihat.

(kalo tidak jeli, momen ini bisa luput dari mata kita…)

Nah, ketika bicara memotret, cara melihat lensa sangat berbeda! Apa yang dilihat oleh lensa, sangat bergantung dengan panjang focal lensa tersebut, belum lagi kualitas cahaya yang harus diputuskan, ruang tajam (dept of field), efek gerak, sudut pengambilan serta adanya pembatasan frame (bingkai) pada hasil fotonya nanti.  Sehingga, itu sebabnya, apa yang kita lihat belum tentu bisa terekam utuh dan seindah aslinya ketika ia menjadi sebuah bingkai foto. Hal ini pula yang menjadikan fotografi itu menarik! kamera/lensa boleh sama, lokasi sama, subjek sama….eh hasil fotonya berbeda jauh!!!

(dengan lensa tele,,,banyak elemen yang terlihat oleh mata bisa tak terlihat di bingkai foto)

Ada beberapa tips dari para fotografer profesional agar apa yang dilihat oleh mata kita dapat turun menjadi file gambar foto yang sesuai apa yang kita harapkan:

1. Sadari, bahwa yang kita lihat oleh mata kita adalah subjek dengan 3 dimensi. Dan hasil foto kita adalah gambar 2 dimensi. Sehingga, pelajari teknik-teknik atau trik-trik khusus untuk membuat efek 3 dimensi muncul dari foto kita (sy telah membuat beberapa tulisan sebelumnya mengenai topik ini).

(selalu siasati agar terbentuk kesan dalam pada hasil foto kita…seperti layaknya mata kita biasa melihat)

2. Biasakan mata kita melihat seperti sebuah bingkai foto. Artinya, coba di bingkai dulu melalui LCD kita, lihat secara teliti isi seluruh elemen dalam bingkai…baru kita memotretnya.

3. Pahami dengan baik, teknik dasar fotografi, minimal mengenai teknik pencahayaan, aperture dan speed serta pengaruhnya terhadap hasil foto kita. jangan sampe, hasil foto kita tidak memuaskan hanya karena foto tersebut under atau over atau kurang tajam atau blur karena goyang.

(dengan pemahaman teknik-2 dasar fotografi plus kualitas cahaya,,,subjek biasa menjadi lebih indah)

4. Pahami pengaruh kualitas cahaya atas hasil foto. mata kita tidak ada masalah dengan kontras tinggi, tetapi hasil foto kita akan bermasalah dengan kontras yang tinggi!

5. Mata dengan mudah fokus pada sesuatu dan melupakan yang lain. Tetapi ketika memotret, tidak seperti itu. Lensa sudut lebar, akan memasukan banyak elemen foto. Lensa Tele akan menghilangkan banyak elemen foto. Jadi, berfikirlah seperti itu. Mau menonjolkan satu subjek saja, gunakan lensa tele. Mau menampilkan banyak elemen, gunakan lensa sudut lebar.  Mau terlihat seperti mata kita memandang, gunakan lensa normal. Biasanya motret dengan lensa sudut lebar, lebih banyak tantangan,,,karena kalau tidak pintar-pintar menentukan sudut pengambilan, foto menjadi rame dan kacau, sehingga pemirsa foto kita bingung,,,yang mau ditonjolkan dalam foto kita apa yah!!!

(warna-warni nya begitu menarik mata,,,dan berhasil direkam di jpg)

6. Ketika melihat subjek yang indah, dan kita berniat memotretnya. Selalulah bertanya, apa yang menarik dari foto ini? apa yang ingin sy tonjolkan? apakah sudah seperti yang sy inginkan?….kok jadi ribet banget yah!!! hehehe…

Tapi sejatinya…fotografi itu seni. Sesuatu yang indah terlihat oleh mata, seharusnya terlihat indah pula ketika sudah menjadi karya foto. dan bisa saja sesuatu yang terlihat oleh mata biasa saja, dengan kreatifitas dapat menghasilkan karya foto yang indah. …So, mari melihat lebih jeli dan hasilkan foto indah karya anda sendiri…

Mau belajar fotografi murah dan efektif? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s