Pencinta KELADI Hias (caladium)


Keladi atau caladium, sempet jadi kejaran orang ketika booming anthurium. Setelah anthurium tidur, eh keladi juga tidur. Tetapi untuk pencinta keladi sejati, tentunya tidak terpengaruh oleh gejolak dan trend para pedagang tanaman. Mudah-mudahan ini tidak dikatagorikan sebagai pembelaan…he..he.he

Saya tertarik keladi sejak lamaaa banget. Ketika masih tinggal di Tg. Priok dulu,,,saya sudah memperhatikan ada sejenis tanaman yang tumbuh liar, tetapi punya ragam daun yang cukup banyak. Padahal yang saya temukan waktu itu adalah keladi-keladi lokal.

Ketika keladi jadi ngetop, dan saya membeli beberapa buku tentang keladi. Busyet kaget juga! Begitu banyak ragam keladi hybrid thailand dan Amerika sekarang. Dan ternyata keladi naik kastanya, sudah benar-benar menjadi tanam hias koleksi, bukan tumbuhan liar yang sering numbuh sendiri di pojok-pojok halaman.

Mulai deh, saya hunting dan koleksi beberapa keladi. Ternyata benar-benar nyeni dan indah. Tapi menanam keladi memang perlu kesabaran. Dia punya siklus hidup yang pendek. Pake acara dorman (tidur) segala. Itu hal yang nyebelin! Keladi yang indah, tiba-tiba menguning dan seperti mati. Padahal dia mau istirahat dulu. Yah sudah, karena sudah tahu siklus hidupnya, maka ketika dorman menjadi kesempatan saya untuk mengganti media dan bahkan ada yang saya ambil umbinya lalu ditaruh begitu saja. Setelah itu saya belah menjadi beberapa bagian, tanam lagi dan jadilah keladi saya beranak pinak sesuai jumlah cacahan umbinya.

Oh, ya! satu lagi hal penting dalam bertanam keladi. Hama yang paling sering menyerang daun-daun indah keladi adalah ulat. Ini agak rese’ karena telur ulat itu ada di balik daun, sehingga kadang kita tahu daun itu ada ulatnya setelah ada bekas gigitan di daun tersebut…habis saya agak males pake racun (pestisida dan semacamnya)…Tapi tidak apa-apa hitung-hitung bagi-2 rejeki..yang penting keindahan daun keladi masih bisa dinikmati,,, terus dan teruss.

Nah, ini sebagian dari keladi-keladi yang saya koleksi….buat nyegerin mata…

keladi

Lihat merah daunnya…ini hybrid florida

keladi7

Nah, ini merahnya seperti dilukis di tengah daun. Lihat Urat daunnya indah sekali.

keladi11 yang ini merah dan putih bercampur..saya tidak tahu ini lokal atau hybrid…

keladi12 Ini sepertinya jenis lokal, karena banya ditemukan tumbuh liar…

keladi-1 Nah, jenis ini warna merahnya cuman ada di tulang daun dan daunnya putih abisss.

keladi5 Klo engga salah ini hybrid Florida,,,cantik yah.

keladi8 Daun lonjong dengan urat merah dengan background putih…

keladi10 ini keladi kecil tetapi polanya indah hijau dan putih saja…

keladi6 Unikkan,,,daun putih tulang daun berwarna hijau….

keladi15 ini keladi lokal (kalimantan) lihat bentuk daunnya unik sekali.

keladi21 ini juga bagus,,,daun putih dibalut hijau di pinggir daun

Ah…masih banyak lagi ragam warna dan bentuk daun keladi yang indah-indah….tertarik!!!

Ingin belajar fotografi online yang murah dan effektif ? saya sudah buatkan khusus untuk anda di fotoindah.com

9 thoughts on “Pencinta KELADI Hias (caladium)”

  1. salam kenal, saya juga memelihara beberapa jenis alocasia, caladium , colocasia, saya tinggal di lembang bandung,kalau masih suka ngumpulin jenis2 tanaman ini, saya punya lumayan banyak terutama colocasia esculenta black magic ( lebih dari 25 pot ), kalau lagi main ke lembang mampir kerumahku, boleh diambil gratis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s