Arsip untuk kategori ‘fotografi’
Motret sepakbola “kampung”
Posted on: 17 Mei 2013
Permainan sepak bola memang benar-benar merakyat. Mulai dari menjamurnya lapangan futsal sehingga bermain bola bisa dikemas lebih ringkas, mini dan dapat dimainkan kapan saja. Tetapi, bermain futsal di indoor, biasanya membutuhkan biaya. Sehingga tidak semua orang atau anak-anak bisa menikmatinya. Di area sekitar rumah saya, masih banyak perkampungan dengan area kosong (lapangan) yang sering dimanfaatkan oleh anak-anak kampung untuk bermain sepak bola walaupun dengan luas lapangan dan lebar gawang yang tidak standar. Tidak masuk kategori lapangan sepakbola karena terlalu kecil. Tetapi tidak juga masuk kategori futsat, karena terlalu besar….itu sebabnya saya menyebut sepak bola kampung.
Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com
Untuk penggemar fotografi.. Momen anak-anak kampung bermain sepak bola sangat menarik. Karena lapangannya out door dan di kelilingi dengan rumput ilalang yang indah. Lokasi bermain yang outdoor membuat pemotret tidak bermasalah dengan pencahayaan, apalagi mereka bermainnya pada saat golden hours (pagi hari atau sore hari). Ditambah lapangan yang dikelilingi ilalang, membuat latar belakang foto menjadi lebih sederhana dan indah. Kompletlah sudah, permainan sepak bola kampung untuk dijadikan salah satu sarana untuk hunting foto (walaupun hanya sendirian motretnya..hehehe).
Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com
Dibutuhkan lensa tele agar kita dapat memotret dengan leluasa di pinggir lapangan. Lensa tela 70-200mm atau 80-200mm adalah pilihan lensa yang sangat ideal untuk pemotretan kondisi seperti sepakbola kampung. Pada panjang fokal 70 atau 80mm kita bisa memotret segerombolan pemain. dan pada 200mm kita bisa melakukan close up hanya untuk satu pemain saja. Yaang perlu dilakukan adalah ajak ngobrol sedikit anak-anak itu, dan kasih tahu mereka akan difoto. Bila perlu pada saat mereka istirahat, kita tunjukkan hasil fotonya. Saya senang melihat ekspresi wajah mereka yang senang, ketika melihat hasil foto yang mereka lihat di LCD kamera. …Kalau sudah terjalin keakraban,…memotret menjadi lebih enjoy,…dan kita bisa berpindah-pindah lokasi untuk mendapatkan sudut pandang dan pencahayaan terbaik.
Nah, bila di daerah anda tinggal masih banyak kegiatan sepakbola kampung, mengapa tidak ada eksplor hal itu menjadi karya fotografi.
Tips melihat versi fotografi
Posted on: 2 Mei 2013
Anda pernah hunting foto bersama teman-teman atau komunitas foto? Kalau anda sudah pernah, pasti sudah terbayang serunya memotret bareng-bareng dalam satu habitat yang homogen. Setiap peserta hunting foto, membawa peralatan foto dan dengan serunya memotret setiap subjek yang menurutnya kelak menjadi hasil foto yang menarik, bagus dan indah. Satu hal yang unik dan pasti terjadi adalah: setiap orang yang memotret akan menghasilkan karya foto yang berbeda. perbedaan ini bisa terjadi dengan berbagai macam sebab. Mulai dari setting pencahayaan, sudut pengambilan foto, lensa yang digunakan dan masih banyak lagi parameter yang membuat setiap karya foto menjadi unik. Salah satu trigger atau pemicu yang signifikan timbulnya perbedaan tersebut “teknik melihat” sang fotografer. Karena, sebelum mengambil keputusan untuk memotret, tentu sang fotografer sudah melihat dulu dan mengolah informasi yang dilihat tersebut dalam memori otaknya. Sehingga akan terbayang, hasil foto seperti apa yang nantinya ia harapkan. Artinya, teknik melihat menjadi input yang penting dalam menghasilkan karya foto.
Menurut saya sih, belajar dan merenung lebih dalam mengenai seni melihat versi fotografi menjadi penting sekarang. teknologi digital sudah membuat urusan teknis motret memotret menjadi lebih mudah dan canggih. Tetapi, teknik melihat tidak bisa digantikan dengan canggihnya kamera ataupun aplikasi pengolah foto. Semua input hasil foto digital kita, pasti bermula dari “apa yang kita lihat”. Karena kenyataannya, apa yang terlihat indah ketika kita lihat dengan mata, bisa menjadi “biasa saja” ketika sudah menjadi hasil foto. Atau sebaliknya, ada subjek yang terlihat biasa saja, tetapi dapat menjadi hasil foto yang indah.
Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com
Nah, kali ini, saya mau sharing mengenai beberapa hal penting untuk meningkatkan keahlian kita melihat versi fotografi. Kenapa versi fotografi? karena kita ingin apa yang kita lihat bisa langsung kita terjemahkan dalam bingkai foto.
Mata jauh lebih canggih dari pada Kamera dan Lensa
Ini dalil utama yang harus ditanamkan. Mata kita dapat dengan mudah dan sangat cepat melakukan penyesuaian secara otomatis. Mata secara otomatis melakukan penyesuaian terhadap fokus, kontras, perspektif dan parameter lainnya. Hal lainnya adalah Mata saat melihat “sesuatu”, ia langsung terkoneksi dengan panca indera lain, seperti kesejukan, panas, aroma, basah dan kering dan seterusnya. Artinya, ketika kita memandang indahnya aliran sungai disebuah lembah yang berhawa sejuk. Saat itu, semua keindahan yang dilihat sudah bercampur dengan suasana yang langsung kita rasakan.
Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com
Nah, hal-hal di atas tidak bisa dilakukan oleh Kamera dan Lensa secara langsung. Itu sebabnya, kadang maksud hati mengabadikan suasana “pemandangan yang asri dan sejuk”, eh hasil fotonya malah terlihat “kering dan panas”. Kadang kita melihat “subjek foto yang unik” dengan mata telanjang. eh, pas di foto, hasilnya tidak sedramatisir ketika kita melihat langsung, karena “subjek foto kita” tidak tampil menonjol dan kalah dengan latar belakangnya yang sembrawut. Waktu kita melihat langsung, latar belakang terlihat baik-baik saja, karena mata saat itu langsung “fokus” dan menjadikan bokeh latar belakangnya, ditambah lagi, perhatian kita memang ditujukan pada “subjek tersebut”.
Pesan moralnya, jangan terlalu emosional ketika akan memotret, “hanya karena mata memberi sinyal bahwa subjek terlihat luar biasa”. Berfikir cepat bahwa mata kita lebih canggih dari kamera & lensa. Sehingga, mulai direncanakan dengan cepat, apa yang harus dilakukan agar “subjek” tetap terlihat indah dibingkai foto nantinya. Apa yang ingin ditonjolkan? setting pencahayaan mau bagaimana? sudut pengambilan gambar terbaik ada di mana? arah cahaya dari mana? dan seterusnya.
Terlihat ribet? memang harusnya seperti itu. Hanya saja, kalau kita sudah terbiasa dengan aturan pertama ini. Lama-kelamaan proses yang ribet ini akan terlihat mudah, cepat, dan otomatis hal tersebut menjadi Standard Operating Procedure kita ketika memotret.
Semoga bermanfaat dan terus memotret..
Melanjutkan tulisan sebelumnya. Kali ini saya akan membahas, hal penting lainnya yang membuat kita tidak perlu minder dengan peralatan fotografi yang kita miliki saat ini. Selain pencahayaan (sudah diulas pada bagian 1), apabila kita kuasai hal ini, maka kita bisa menghasilkan foto indah melebihi orang lain yang punya peralatan mahal tapi tidak menguasainya. Hal yang saya maksud adalah “Ketrampilan pada teknik dasar fotografi”.
Teknik dasar biasanya meliputi :
1. Penguasaan pada fitur kamera yang kita miliki (pelajari manual book, itu kuncinya)
2. Penguasaan pada 3 parameter dasar fotografi : Aperture (bukaan diafragma) simbolnya “f”, shutter speed (simbolnya “S”) dan ISO.
Penguasaan fitur kamera harus menjadi kemampuan dasar kita. Sejago apapun kita, kalo kita tidak paham dan ahli dalam mengoperasikan kamera kita sendiri,…hampir sia-sia keahlian itu. Pelajari setiap tombol dan fungsinya. Hapalkan tempatnya, sehingga ketika anda akan memotret, jari-jari telah mahir dan cepat menemukan tombol yang diinginkan. Jangan sampai kejadian, anda dapat momen yang tepat dan hanya berlangsung cepat,,,hilang begitu saja, karena lupa dimana letak tombol untuk mensetting sesuai yang anda inginkan. Tombol-tombol minimal yang harus dihapal adalah:
- menghidupkan dan mematikan kamera
- mengatur f, S dan ISO
- selector AF atau Manual (tidak harus, tetapi membantu kita bertindak cepat, dikala subjek foto susah ditangkap oleh auto fokus)
- memunculkan histogram hasil foto kita (tidak harus, tetapi penting untuk menilai secara cepat kualitas pencahayaan hasil foto kita).
Pemahaman fitur kamera plus teknik dasar, memudahkan membuat foto levitasi seperti ini
Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com
Penguasaan pada 3 parameter dasar fotografi (f, S dan ISO) adalah harga mati, kalau kita memang serius ingin menghasilkan karya foto yang indah. Karena sejatinya, itulah cara kerja kamera dan lensa dalam menghasilkan gambar hasil jepretan kita. Memang tidak masalah menggunakan mode pencahayaan yang sudah dibuatkan pilihannya oleh kamera kita,…tetapi, suatu saat nanti, kita pasti dihadapkan pada pencahayaan yang mengharuskan kita menggunakan mode manual agar menghasilkan foto seperti yang kita inginkan (trust me!). Pelajari dan mahirlah mengenai aperture yang berfungsi untuk mengatur ruang tajam. Pelajari dan mahirlah dalam mengatur Shutter speed yang bertanggung jawab dalam urusan “pergerakan subjek”. Pelajari dan mahirlah dalam menentukan ISO yang tepat untuk hasil foto kita.
Pemahaman teknik dasar fotografi, memudahkan dalam membuat foto seperti ini (bukan masalah gearnya)
kitaYuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com
Pakai lensa murah meriah pun bisa menghasilkan foto portrait yang bokeh
Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com
Jadi, memang seharusnya tidak alasan kita minder dengan peralatan foto yang kita punya, selagi kita mau terus belajar dan mengasah skill fotografi . Insya Allah masih ada tambahan hal penting lainnya pada episode tulisan berikut.
Salam dan terus memotret…
- In: Teknik Foto
- Komentar Dimatikan
Kamera dan lensa sebaik apapun itu, sebenarnya itu hanya alat atau media untuk pemotretnya menyampaikan pesan dan aspirasinya. Walaupun tidak dapat dipungkiri, setiap kamera punya fitur yang berbeda-beda. apalagi lensa. Kualitas gambar lensa premium, pasti sangat berbeda dengan lensa yang “biasa-biasa” saja. Tapi kalau mau sedikit “excuse” (hehehe…), sebenarnya keindahan hasil foto tidak melulu harus dilihat dari kualitas ketajaman hasil fotonya lho! Kadang aspek lain lebih menonjol dari pada kualitas lensa atau kamera. Aspek-aspek apakah itu? Nah, saya akan buat beberapa seri tulisan untuk membahas hal ini. Mudah-mudahan tulisan-tulisan ini bisa memotivasi teman-teman hobies fotografi yang kadang kadang merasa terintimidasi (baca: Minder) hanya karena tidak memiliki GEAR yang mahal dan mewah.
Peralatan foto yang canggih dan mahal tidak terlalu berpengaruh pada hasil foto seperti ini….
yang penting “PENCAHAYAAN” yang dramatis, karena momen dan waktu pemotretan yang teapat
1. PENCAHAYAAN
Pencahayaan pada foto landscape (pemandangan). Pencahayaan yang tidak pas dengan kontras yang tinggi (misalnya memotret di siang hari), walaupun dengan peralatan yang mumpuni, saya rasa hasilnya tetap saja tidak memuaskan. Apabilal dibandingkan dengan hasil foto walaupun dengan kamera dan lensa yang biasa-biasa saja, tetapi pemotretnya mengambil pada pencahayaan yang tepat dan dramatis (misalnya di dini hari atau sore hari menjelang malam). Mata kita tidak bisa dibodohi untuk menilai karya foto yang indah. Mata akan lebih bisa menikmati hasil foto dengan pencahayaan yang dramatis, hangat, lembut dan kaya warna. Dibandingkan dengan foto landscape yang tajam, tetapi terlihat datar tanpa dimensi, karena dipotret pada siang hari dikala matahari bersinar cerah.
Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com
Foto siluet seperti ini, tidak membutuhkan peralatan foto yang canggih dan mahal
Pencahayaan pada foto portrait, juga mempunyai pengaruh yang luar biasa. Menguasai seluk beluk pencahayaan pada foto portrait, saya jamin, gak perlu minder, apapun peralatan foto yang anda miliki. pelajari teknik strobist dan karakter pencahayaan alami, dijamin deh,…. Foto-foto portrait kita bisa tampil bak fotograper profesional…hehehe.
Foto seperti ini juga gak perlu peralatan foto yang mahal
Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com
Foto portrait pun tak perlu kamera dan lensa yang mahal…..yang penting “pencahayaan”
Untuk jenis foto yang lainpun, pencahayaan punya pengaruh yang penting sekali dihasil foto kita,…melebihi pentingnya punya peralatan foto yang canggih dan mahal. Jadi, kalau mau belajar dengan sistematis, serius dan terarah mengenai pencahayaan,,,tidak ada alasan lagi untuk minder pada teman anda yang punya kamera dan lensa mahal!
Tunggu artikel berikut nya….
Yuuk, belajar fotografi online dengan modul yang komplet, jelas dan mudah di www.fotoindah.com







